Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Tangannya menekan tombol terima.
"Good evening, Mr. Tanaka. Apologies for the delay," sapa Arjuna. Suaranya berubah total. Wibawa, tenang, dan berkelas. Bahasa Inggrisnya sempurna dengan aksen yang berat dan meyakinkan.
Di layar, muncul wajah pria Jepang tua dengan setelan rapi yang mengangguk hormat. Mereka mulai berbicara tentang saham, dividen, dan angka-angka yang memusingkan kepala.