KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan
Tanpa disadari, sedikit kebanggaan pun tersembul dalam ucapan-ucapan mereka secara alamiah.
Xu Jinshu duduk di samping mereka berdua, mendengarkan. Sejak lulus SMA, sebagian besar ilmu klasik yang pernah ia pelajari sudah lama terlupakan dan tertinggal di suatu tempat. Kini ia mendengarkan mereka berdua membicarakan etiket, musik, hukum, memanah, mengemudi kereta, tulisan, dan aritmatika silih berganti dengan lancarnya. Kepalanya terasa berdengung hebat. Setelah berusaha keras berpikir sejenak, yang tersisa di benaknya hanya satu kalimat saja.
"Hah? Apa-apaan ini semua?"
Bab Populer