Benih Yang Kau Tanam
sahut sang Ibu.
Ibu Rania keluar dari kamarnya dengan hentakan kaki yang cukup keras, pertanda amarah masih menguasai.
"Kamu bisa cerita sama mbak kalau kamu siap, mbak nggak maksa. Mbak sayang sama kamu, selama ini mbak percaya kamu bisa jaga diri. Jangan dipendam kalau memang kamu nggak kuat, mbak pasti jaga rahasia," ucap Risa seraya mengusap punggung sang adik.