Goyangan Pohon Beringin
“What? Kurang kerjaan aja, dah matiin dulu! Nih mie nya, kurang pedes nggak?”
Tidak ada jawaban, Adrian langsung menyantap mie yang masih panas hingga mulutnya berdesis. Demikian juga dengan Wandi, yang memajukan bibir tebalnya hingga seperti kue cucur. Dua anak yang sudah beranjak dewasa, dan sudah berani melihat adegan dewasa. Selama ini, pengawasan dari kedua orang tua mereka kurang, hingga semua yang mereka lakukan tidak pernah kelihatan. Kedua orang tua mereka terlalu sibuk mencari uang, maklum jika tidak kehidupan mereka juga akan kekurangan. Hidup dijaman sekarang, harus bekerja keras untuk mendapatkan uang. Apalagi pekerjaan mempunyai toko kelontong milik orang tua Adrian harus bisa
Hot Chapters