Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Kebohongan sekecil apa pun bisa langsung mereka tangkap. Orang-orang mulai pergi. Pertama, para kepala keluarga terbesar di Ravencia. "Herman!" Reyhan memanggil seorang bos yang setara dengannya. Herman berhenti tapi tidak berbalik. "Kamu melanggar aturan, Reyhan. Dunia kita dibangun atas dua hal yaitu kehormatan dan ikatan darah. Kamu membuang semuanya demi seorang simpanan. Kamu menghancurkan garis keluargamu sendiri demi seorang pelacur dan menjadi musuh dari keluarga lama. Standar penilaianmu sudah rusak. Tidak ada yang akan mengikuti orang bodoh yang dipimpin oleh nafsunya sendiri."
25.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 830 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

ujar wanita sadis ini. Breeet! Wanita sadis ini merobek kemeja putih Claudia yang memperlihatkan tubuh atasnya yang masih tertutup bra berwarna hitam. "Dasar pelakor ...! Memakai bra hitam seksi untuk memikat Jansen!" kata wanita sadis ini yang juga menarik bra hitam ini hingga putus. Terlihat tubuh atas Claudia yang putih mulus tanpa busana sekarang.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
Unexpected

Unexpected

jawabnya dengan nada lelah. Baru kali Priska mengetahui jika Felix mempunyai sikap apatis yang sangat besar. Selain penyayang, dulu laki-laki tampan di hadapannya ini mempunyai hati yang sangat lembut dan penuh kepedulian terhadap wanita. “Katakan,” perintah Felix tanpa bertele-tele.
9.838.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
Obsesi

Obsesi

Nama: Kaizen Bramasta Username: Golden Irish Senjata: keping senjata 10x Kartu: 0 Benda terkutuk: 0 Poin bertahan hidup: 100 Skill: Pengunci jiwa Kemampuan: D. Terlemah dari yang terlemah Komentar: Gadis sampah yang murahan. Bisa bertemu dan bernegosiasi dengan sang Mata adalah hal terbaik yang pernah kau lakukan dalam hidupmu, jadi berlutut dan nyanyikan pujian untukku, sialan!
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
NIGHTMARE

NIGHTMARE

"Apa-apaan kau ini?" Suara bariton milik pemuda itu terdengar dingin ditelinga Irene. Matanya bahkan menatap tajam dirinya jika dilihat dari lampu temaram jalanan yang mulai meredup. "Bastard! Aku yang menolongmu jika tidak kau pasti sudah mati mengenaskan." Irene bersumpah, dia sangat kesal sekarang. "Lalu apa? Kau mau minta uang sebagai imbalan?"
9.92.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Arjuna tertawa riang, teriakan Safa seperti nyanyian indah yang menghiburnya malam ini sehingga Arjuna sengaja melepas kain penutup yang membungkam bibirnya tadi. "Dasar iblis! Tidak bermoral! Kau sama sekali tidak pantas disanjung! Dasar lelaki jahat!" Umpatan terdengar lemah dari bibir pucat itu. "Semoga tuhan menghukummu!" Arjuna yang sudah dirasuki mendorong tubuh Safa ke tembok, menyentuh ranum bibir Safa dengan bibir tipisnya. Safa merasakan bibirnya sedang bersentuhan dengan es yang sangat dingin, juga bau alkohol yang semakin tak terkendali menguar di hidungnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

KAMU KRIMINAL ISTIMEWAKU

Sementara itu, ada sebuah tulisan besar terpampang di tengah-tengah. AUSTIC. Kepanjangan dari Aussie Non-Fanatic. Para preman Aussie alumni pecandu tujuh dosa mematikan: kesombongan / pride, ketamakan / greed, iri hati / envy, amarah / wrath, hawa nafsu / lust, kerakusan / gluttony, dan kemalasan / sloth.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
ASHOLE

ASHOLE

Matanya berotasi untuk melihat ke bawah, lantas saja ia mendelik. "Aahh, panass!" jeritnya meraung seraya mengelap-elap tangannya itu pada celana yang sedang ia kenakan saat ini dengan gerakan yang amat tergesa-gesa. "Dispenser, Setan!" Rio melampiaskan amarahnya pada benda mati yang tak bersalah. "Panas banget, buset," keluhnya dengan ekspresi wajah menekuk. Perlahan tangannya menuju pada bagian belakang, kemudian masuk ke dalam celah celana tanpa segan. Setelahnya tangan itu bergerak maju mundur; turun naik begitu terus. Pergerakan yang Rio lakukan secara berulang-ulang dalam durasi waktu yang cukup lama yakni sekitar 10 menitan.
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai беспощадный
Baca
+Pustaka
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status