Mag-log inเมื่อเทพจันทราได้ดลบันดาลให้องค์ชายฉินเสวี้ยนกง ผู้ปราดเปรื่องในยุคอดีกาล เพียรเฝ้าฝันถึงหญิงงาม ซึ่งมีนามว่า ฟ่านชิงเชียง ธิดาเพียงคนเดียวของเจ้าสัวฟ่านเต๋อหมิง พระองค์ฝันถึงนางตั้งแต่มีพระชนม์เพียง 9 ชันษาจนถึงชันษาในปีที่ 21 จนกลายเป็นความรัก ข้ามกาลเวลา ข้ามภพชาติและข้ามศตวรรษ ขวางกั้นกลางระหว่างยุคอดีตกาลและยุคปัจจุบัน ความรักและความคิดถึงที่มีต่อฟ่านชิงเชียง ข้ามภพ ข้ามชาติ จนหญิงสาวที่อยู่ในยุคปัจจุบัน ได้ยินเสียงเพรียกหาของพระองค์ “ชิงเชียง! ชิงเชียงจ๋า”เสียงทุ้มละมุน กระซิบแผ่วเพรียกหาเจ้าของนามดังกล่าว ใบหน้าละมุน สวยคมเซ็กซี่ รับกับผมสีนิลดำขลับขึ้นเป็นมันเงางดงามประดุจดั่งเช่นชาวเอเชียหากแต่มีเลือดผสมสองชาติคือไทยและจีน ดวงหน้าเริ่มส่ายไปมาเมื่อได้ยินเสียงเพรียกหานั้นราวกับว่าเสียงดังกล่าวอยู่แนบชิดริมหูของเธอก็ว่าได้ “จ๋า!”เสียงหวานตอบเสียงเพรียกหาปริศนานั้นกลับไปทั้งๆ ที่กำลังหลับสนิท “ชิงเชียงจ๋า มาหาข้าเถิด ข้ารอคอยเจ้ามานานแสนนานแล้วรู้หรือไม่”เสียงเพรียกหานั้นยังคงกล่าวกับเธอ ไม่รู้”เธอตอบกลับไปเสียงแผ่วเบาทั้งๆที่ยังคงหลับสนิทอยู่เช่นเดิม จีนโบราณ
view more"Bodo amat sama komentar anda ya, yang suka nyelonong aja kerjaannya di wall orang. Yang jelas sekarang, saya sangat bahagia sama kehidupan saya. Yang jelas, di sini antara saya dan pasangan saya saat ini, nggak ada istilah dipaksa atau pemaksaan ya. Jodoh, maut, rezeki Tuhan yang ngatur bukan anda! soal hati nggak bisa dipaksakan dan nggak ada yang bisa ikut campur ya! Jadi, buat anda jadi manusia nggak usah sok suci ... jatuhnya kamu MUNAFIK!!! Paham...?"
Begitulah sebuah status yang terpampang di beranda ketika pagi ini aku membuka salah satu aplikasi yang populer di negeri ini. Diposting semalam dengan menandai sepuluh orang. Salah satunya adalah suamiku. Postingan itu sudah disukai oleh hampir lima puluh orang dan komentar juga mendekati angka seratus. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat semua itu.
Aku memang tidak berteman dengan pemilik akun tersebut karena dia menandai orang-orang yang berteman denganku otomatis mampir juga ke berandaku.
Namun, jariku tak bisa berhenti sampai di situ. Jiwa kepoku melonjak-lonjak dan harus segera diikuti maunya. Aku pun berkelana di kolom komentar.
"Kata-kata mutiaranya indah banget, say."
"Hajar Bund."
"Jangan kasih kendor, Sist!"
"Orang kayak gitu mah jangan dibaik-baikin, nanti ngelunjak."
"Ada ya manusia model begitu?"
"Ih, julid banget tuh orang."
"Orang kayak gitu kudu dikasih pelajaran. Biar kapok!"
"Moga orang itu dapat hidayah, ya, jeng."
"Sabar, say. Pertahankan orang yang kamu cintai. Jangan dengerin orang-orang syirik."
"Berasa baca novel deh pagi-pagi."
"Bunda cantik ternyata bisa ngomel juga. Jangan diambil hati bun, orang syirik abaikan aja."
Begitulah rata-rata komentar yang bertebaran di sana. Memojokkan sosok 'anda' yang dimaksud pada postingan itu. Aku merasa miris, entah kenapa orang-orang cepat sekali menghujat padahal sebagian dari mereka tidak tahu apa yang mereka komentari.
Hampir semua komentar dibalas atau pun ditanggapi dengan stiker oleh pemilik postingan. Bahkan pada beberapa komentar terjadi saling balas yang cukup banyak sehingga sedikit banyak terkuaklah beberapa hal yang seharusnya tidak dikonsumsi publik.
Aku sangat tahu bahwa postingan itu ditujukan padaku. Dan ini sudah untuk kesekian kalinya. Sepertinya memang sudah hobinya begitu, bikin status tandai beberapa orang kerabatnya kemudian mereka akan berkomentar beramai-ramai. Habis-habisan menyudutkan pihak yang berseberangan itu. Seolah-olah merekalah yang paling benar dan paling segalanya.
"Dasar keluarga norak, bar-bar, malu-maluin." Aku bergumam lalu menyimpan ponsel ke tempat yang aman karena sebentar lagi Hendi, suamiku yang juga sudah menjadi suami wanita itu akan datang ke sini. Pasti postingan itulah yang akan dibahasnya. Jika nanti berujung pertengkaran, jangan sampai ponselku menjadi korban lagi seperti beberapa waktu lalu. Secepat mungkin harus kuamankan.
Perkiraanku tepat, terdengar suara mesin kendaraan di luar. Tak lama seseorang mengucapkan salam. Aku segera keluar kamar dan kami berpapasan di ruang tengah.
"Kamu bikin gara-gara apalagi sama Nadia sampai-sampai dia buat postingan begitu?" Tanpa basa-basi, Hendi langsung menodongku dengan pertanyaan itu.
"Ya kamu tanya aja sama istri barumu itu! Ngapain nanya aku?" jawabku sesantai mungkin. Padahal dalam hati aku sangat geram.
"Nadia tidak akan mungkin begitu kalau bukan kamu yang mancing-mancing!" Hendi sedikit meninggikan suaranya.
Aku tercengang, beberapa saat setelah itu aku pun berucap pelan. "Aku?"
"Tolonglah Tiara, bersikaplah lebih dewasa. Jangan apa-apa dibawa ke sosmed. Apa perlunya tentang kehidupan kita harus diketahui banyak orang?"
"Kamu datang ke sini terus ngomongnya seperti itu padaku, salah tempat! Kamu buta huruf apa buta hati? Datang-datang nyalahin aku."
"Nyatanya, semua ini memang berawal dari kesalahan kamu, kan? Kamu berkomentar sana-sini di postingan orang yang ujung-ujungnya menyudutkan keberadaan Nadia?" Suara Hendi semakin meninggi.
Aku ingat sekarang, dua hari yang lalu aku memang berkomentar di status teman lama kami. Dia menyiratkan kegundahan hatinya atas konflik yang tak berujung dengan keluarga suaminya.
"Semangat! Semua akan indah pada waktunya."
Kutulis di kolom komentarnya. Kami pun saling berbalas komentar beberapa kali hingga dia menarik kesimpulan dari pembicaraan kami itu bahwa apa yang kita lakukan kelak akan kembali pada kita.
Di berandaku sendiri aku membagikan sebuah quote tentang kesabaran. Quote dari halaman seorang penulis terkenal. Sepertinya dia atau pun keluarganya memang sengaja memantau aktivitasku di sosial media. Kurang kerjaan!
"Tanpa aku harus ngejelek-jelekin dia juga udah jelek imejnya di mata orang-orang," celetukku. Kulihat perubahan di muka Hendi. Dia pasti tidak terima ucapanku tadi.
"Ulah kamu yang membuat Nadia dipandang jelek sama orang-orang. Stop status-status lebay kamu itu. Kalau tidak, aku tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah ini!"
"Papa ...."
Rara, putri kami telah berdiri di ambang pintu. Dia berlari kecil ke arah kami dan langsung memeluk papanya. Sepertinya dia sangat rindu. Tak lama berselang Khalif --kakaknya-- juga masuk. Mereka tadi pergi ke rumah neneknya untuk sarapan.
"Papa semalam kok tidak tidur di sini lagi? Rara susah tidur semalam." Putri kecilku itu memang sangat dekat dengan papanya. Dialah yang membuatku harus bertahan dengan kondisi seperti ini.
Khalif pun menghampiri papanya. Setelah mencium tangan dia pun menuju kamar mengambil tas dan sepatu.
"Rara ikut ngantarin Kak Khalif, ya," pinta gadis kecil yang baru genap lima tahun itu. Dia pun memeluk papanya lebih erat lagi.
"Iya, sana ambil jaket sama kaca mata biar nggak kelilipan," ujar Hendi sambil menurunkan Rara dari pangkuannya. Rara segera berlari ke kamar.
"Ingat Tiara, jangan bikin gara-gara lagi!" Hendi berbicara dengan suara penuh penekanan disertai tatapan tajam. Kemudian dia keluar.
Khalif yang baru saja keluar dari kamarnya berjalan ke arahku. Ia mengulurkan tangan untuk berpamitan.
"Mama baik-baik aja?" tanya Khalif dengan lembut. Kalimat sederhana itu hampir saja membuat mataku mengembun. Buru-buru aku tersenyum padanya. Walaupun baru berusia sepuluh tahun, anak sulungku itu sudah mulai peka terhadap apa yang terjadi di rumah ini.
"Mama baik-baik aja. Cuma agak ngantuk. Semalam Syira sering kebangun."
"Kakak sekolah dulu ya, Ma."
"Hati-hati, ya, Nak. Nanti dari sekolah langsung pulang, ya!"
Khalif mengangguk kemudian menggandeng Rara menyusul papanya keluar.
Aku mengantar mereka sampai ke pintu. Melepas kepergian mereka hingga punggungnya tak terlihat lagi.
Hari masih pagi tetapi perasaanku sudah tak menentu. Tidak cukupkah wanita itu mengusik kehidupanku di dunia nyata?
ยุคปัจจุบันพระตำหนักจันทรา“กรุ๊งกริ๊ง! กรุ๊งกริ๊ง! กรุ๊งกริ๊ง!” เสียงกระดิ่งลมส่งเสียงก้องกังวานไพเราะเสนาะหูเป็นยิ่งนักดอกโบตั๋นหลากสีส่งกลิ่นหอมขจรขจายไปทั่วบริเวณ จนเข้ามาถึงห้องนอนใหญ่ของฟ่านชิงเชียง ซึ่งเป็นลูกสาวเพียงคนเดียวของท่านเจ้าสัวฟ่านเต๋อหมิงและคุณวิลาสินีภรรยาชาวไทยสองสามีภรรยาย้ายมาอยู่ในห้องนอนของลูกสาวเพียงคนเดียวหลังจากที่ได้เห็นการหายตัวไปอย่างน่าอัศจรรย์ต่อหน้าต่อตาคนทั้งคู่ รวมไปถึงอู๋หงฮุยเพื่อนสนิทของท่านเจ้าสัวด้วยเช่นกันนับจากวันนั้นจนถึงวันนี้เป็นเวลากว่าสองปีแล้วที่ลูกสาวเพียงคนเดียวของทั้งสองได้หายไปในที่ไหนสักแห่งในยุคอดีตย้อนกลับไปหลายพันปีก่อนของแผ่นดินจีนในสมัยโบราณท่านเจ้าสัวพยายามค้นหาและศึกษาตำราวิชาการมากมายเพื่อให้ได้ล่วงรู้ที่มาที่ไป ของเส้นคู่ขนานที่เชื่อมต่อกับยุคอดีตและยุคปัจจุบัน หวังไว้ว่าสักวันหนึ่งจะได้พบหน้าลูกสาวเพียงคนเดียวอีกสักครั้ง ร่างใหญ่ของท่านเจ้าสัวกำลังนั่งอ่านหนังสือประวัติศาสตร์อยู่ที่โต๊ะทำงานของชิงเชียง โดยมีคุณวิลาสินีนั่งถั
ห้องทรงพระอักษรรายงานมากมายจากขุนนางน้อยใหญ่วางไว้เต็มโต๊ะทรงพระอักษร ฉินอ๋องรูปงามทรงอ่านรายงานเหล่านั้นทุกตัวอักษรและพิจารณาไปด้วยพร้อมกัน ก่อนจะเงยพระพักตร์ขึ้นเมื่อขันทีคนสนิทนำกล่องไม้เครื่องประดับมาวางไว้ตรงหน้าพระพักตร์“เจ้าเอาอะไรมาให้ข้ารึ!” รับสั่งถามด้วยความแปลกพระทัย“หยกจันทราของฝ่าบาทที่ฟ่านอ๋องส่งกลับคืนมา และกำไลหยกของแคว้นฟ่านที่จะต้องส่งกลับคืนไปทั้งสองสิ่งอยู่ภายในกล่องไม้เครื่องประดับนี้แล้วพ่ะย่ะค่ะ รอเพียงพระราชสาสน์ที่จะส่งไปพร้อมกับคืนกำไลหยกให้แก่องค์หญิงชิงเชียงพ่ะย่ะค่ะ” สิ้นเสียงกราบทูลภายในหัวใจเจ้าผู้ครองแคว้นฉินในขณะนี้สะดุดกับพระนามองค์หญิงจากแคว้นฟ่านขึ้นมาทันที“ชิงเชียง!” รับสั่งสุรเสียงเบา ก่อนจะปรากฏภาพเลือนรางขึ้น มาในความทรงจำ สตรีร่างงามระหง ผมดำยาวสลวยจนถึงเอวหากแต่ใบหน้ากลับเลือนราง พร้อมเสียงเรียกในมโนจิต“ชิงเชียงจ๋า!” ในภวังค์เรียกโฉมงามเช่นนั้น“ฝ่าบาท! ฝ่าบาทพ่ะย่ะค่ะ!” เสียงของเฮ่าหรานเรียกเจ
หนึ่งปีผ่านไปแคว้นฟ่านพระราชวังมังกรหิมะ“แปะ!” หยาดน้ำตาร่วงรินตกลงสู่พื้นด้วยความเศร้าทุกข์ระทมเป็นยิ่งนักใบหน้างามแสนสวยของชิงเชียง ซึ่งบัดนี้คือพระราชธิดาของฟ่านซานกงหรือฟ่านอ๋องและอู๋หยู่เหยี่ยนหรืออู๋ฮองเฮา ทั้งสองพระองค์แท้จริงแล้วคืออดีตชาติของเจ้าสัวฟ่านเต๋อหมิงและคุณวิลาสินี ภรรยาชาวไทยนั่นเอง แม้ว่าหญิงสาวจะพลัดพรากบิดาและมารดาในยุคปัจจุบันย้อนกลับมาอยู่ในยุคอดีตก็ตามทว่าในยุคอดีตแห่งนี้เธอได้พบกับบิดาและมารดาอีกครั้งในชาติอดีตของทั้งสองนั่นเอง เรื่องเล่าและตำนานต่างๆ ที่ตระกูลฟ่านเล่าขานกันต่อๆ มา แท้จริงแล้วก็คือเรื่องของเธอนั่นเอง ชิงเชียงกลับมาใช้ชีวิตที่เหลืออยู่ในแคว้นฟ่านกับบิดาและมารดาในอดีตชาติ ณ พระราชวังมังกรหิมะ อันห่างไกลจากแคว้นอื่นๆ มีเอกภาพและการปกครองที่มีประสิทธิภาพนับตั้งแต่ชิงเชียงได้หวนคืนกลับมา เธอใช้วิชาความรู้ทั้งหมดในยุคปัจจุบันพัฒนาแคว้นที่ห่างไกลเจริญขึ้นอย่างต่อเนื่อง สิ่งปลูกสร้างมากมายเธอก็ใช้ความรู้ในยุคปัจจุบันมาปรับใช้ ตำหนักน้ำแข็งเป็นผลงานชิ้
ท่ามกลางสายพระเนตรของฉีอ๋อง ยังทรงยืนหาได้สะทกสะท้านแต่อย่างใด ความลำพองคิดว่าตนมีเครื่องมือทำลายล้างผู้อื่นจึงคิดว่ามีชัยเหนือผู้ใดทั่วหล้า ขวดยาพิษหมื่นบุปผาถูกเก็บเข้าไปไว้ในผ้าคาดเอวของพระองค์ ก่อนจะบังคับม้าที่ทรงประทับอยู่ตรงไปที่เจ้าผู้ครองแคว้นฉิน หมายมุ่งเอาชีวิตเพื่อยึดครองแคว้นอันยิ่งใหญ่และหญิงงามซึ่งเป็นรักแรกพบของพระองค์ให้ตกมาเป็นของตนให้จงได้ในขณะเดียวกันร่างระหงของชิงเชียงอยู่บนหลังม้ากับเจ้าผู้ครองแคว้นฉิน ทั้งสองต่างช่วยกันไล่ฟาดฟันกองทหารของแคว้นฉีและแคว้นหานที่กำลังดาหน้าเข้ามาเพิ่มเรื่อยๆ โดยมีเยี่ยฉางอยู่บนหลังม้าอีกตัวหนึ่ง คอยระแวดระวังภัยถวายอารักขาให้กับฉินอ๋องและองค์หญิงของตนทันใดนั้นเองเสียงฝีเท้าม้าจำนวนมากกำลังวิ่งตรงมาจากพรมแดนอันเป็นเขตรอยต่อของแคว้นเหยี่ยนและแคว้นฟ่าน ทั้งสองแคว้นส่งกองกำลังทหารมาช่วยเจ้าผู้ครองแคว้นฉินและช่วยพระราชธิดาเพียงหนึ่งเดียวของฟ่านซ่านกง“ทหารจากแคว้นเหยี่ยนและแคว้นฟ่านมาช่วยแล้วฝ่าบาท!” เยี่ยฉางตะโกนบอกฉินอ๋องด้วยความดีใจพระพักตร์หล่อเหลาแย้มพระโอษฐ์กว้างด้ว
“องค์หญิงชิงเชียง! ชิงเชียง!” สุรเสียงรับสั่งชื่อหญิงสาว พระนางย่อพระวรกายลงนั่งพลางยกพระหัตถ์ตบเข้าที่ใบหน้างามซ้ายขวาไปมาเบาๆ เพื่อทำให้นางฟื้นคืนสติขึ้นมา แต่ท่าทางหญิงงามตรงหน้าพระพักตร์ไม่มีทีท่าว่าจะฟื้นคืนสติขึ้นมาแต่อย่างใด “แย่แล้วไม่ฟื้นเลย” รับสั่งสุรเสียงพึมพำ
บริเวณตำหนักจันทราปลายเท้าเรียวสวยซึ่งสวมรองเท้าผ้าใบสีขาวพาร่างงามระหงก้าวเดินตรงไปเบื้องหน้า ช่วงขาเรียวยาวค่อยๆ ก้าวขึ้นบันไดหินทีละขั้น สายตามองตรงไปที่สิ่งก่อสร้างตาไม่กะพริบก่อนจะหยุดยืนมองมิก้าวเดินต่อไปอีก เมื่อเธอก้าวขึ้นบันไดมาถึงขั้นสุดท้ายพร้อมสิ่งปลูกสร้างที่ตั้งตระหง่า
ร่างสันทัดของชายสูงวัยอายุประมาณเจ็ดสิบปี ก้มคำนับให้กับหญิงสาว เมื่อเจ้าสัวฟ่านเต๋อหมิงเรียกมาที่เรือนทิศเหนือซึ่งหมายถึงบ้านพักโซนจีนคลาสิกนั่นเอง กงฟูหัว มีรูปร่างสันทัดเฉกเช่นชาวจีนทั่วไปในยุค 90 ซึ่งแตกต่างไปจากชาวจีนในยุคปัจจุบันซึ่งมีรูปร่างสูงใหญ่ คนรุ่นใหม่ในยุค 2000 จะมีความสูงโดยเฉลี่ย
“ไม่เลยยายหนู มีน้อยมากแต่หนึ่งในนั้นมีตระกูลฟ่าน ของเราที่ยังคงเก็บรักษาของโบราณที่ตกทอดกันมาแต่ครั้งอดีต ในบ้านนี้มีของล้ำค่านับหลายพันปีของตระกูลเก็บรักษาเอาไว้ ตั้งแต่ยุคก่อนแผ่นดินจิ๋นซีฮ่องเต้เสียอีก เพราะตระกูลฟ่านของเราในสมัยอดีตกาลเคยเป็นเจ้าผู้ครองแคว้นฟ่านก่อนจะถูกแคว้นเว่ย ฉี และฉิน ตีเ





