LOGINชีวิตเดิมบัดซบอยู่แล้ว ไฉนสววรค์ยังส่งมาให้อยู่ในร่างของหญิงสาวที่ต้องแต่งเข้าจวนชินอ๋องตัวร้ายอย่างไม่มีทางขัดขืน เขาได้ฉายาว่าเป็นชายมักมากในกาม มัวเมาในกามารมย์วัน ๆ เอาแต่เข้าหอนางโลม
View More“Sudah aku katakan sejak lama, istrimu ini mandul. Kamu masih keras kepala membelanya.”
Ruangan itu cukup luas untuk menggemakan suara seorang wanita paruh baya yang duduk di ujung meja makan. Tatapannya tajam, memandang sinis pada sang menantu di kursi sebelah kanannya. “Kalau dulu kamu menikah dengan Diva, mungkin aku sudah memiliki dua cucu!” ucap Nyonya Mahestri penuh desakan dalam kalimatnya. “Bu, Ibu tahu seberapa besar usahaku untuk memberimu cucu, tapi … ,” Sakha, putranya menyahut. Dia bicara pada Nyonya Mahestri tapi lirikannya tajam tertuju pada Calluna. “Mungkin benar apa yang tertulis di dalam hasil tes hari ini.” “Apa kamu akhirnya sadar kalau istrimu ini mandul?” Nyonya Mahestri menekankan lagi. “Kita sudah melakukan semua pemeriksaan dengan baik, Dokter Juna juga temanku sejak SMA. Aku kenal baik dengannya dan dia memiliki reputasi sangat baik. Tidak mungkin dia melakukan kesalahan.” Di tengah perbincangan ibu dan anak itu, Calluna duduk sambil menenggelamkan wajahnya semakin dalam. Secarik kertas di tangan perlahan diremas. Isi catatan medis di lembaran kertas itu masih sama dengan hasil tiga bulan lalu. Kemandulan. Satu kata yang selalu membuat Calluna tertekan setiap kali pulang ke rumah dan sang mertua memberikannya secarik kertas keramat itu. Tanpa mengangkat kepala pun Calluna tahu bahwa dirinya kini sedang menjadi sorotan untuk sang mertua, dan pria tinggi dengan senyum sinis di wajah yang duduk tepat di seberang kursi makannya. Dua orang itu tak bisa disebut sebagai musuh meski kata-katanya berhasil mengguncang hebat mental Calluna selama ini, sebab, mereka adalah ibu mertua dan suami Calluna sendiri. Orang-orang seakan tidak pernah bosan mendesaknya melahirkan keturunan Keluarga Dewandaru. “Aku sudah sering memberi peringatan pada Calluna untuk menjaga pola makan dan memperhatikan kesehatan rahimnya. Tapi, dia terlalu keras kepala. Jadi, jangan hanya salahkan aku seorang, Bu.” Itu suara Sakha . Tegas, tapi dia memposisikan dirinya sebagai korban, tak terima disalahkan meski kenyataannya, melahirkan penerus Keluarga Dewandaru adalah bagian dari campur tangannya. Kini sorot mata dua orang itu semakin intens, terasa membakar tubuh Calluna yang duduk diam tanpa kata. “Kenapa kamu diam saja, Calluna? Perjelas saja jika kau memang mandul.” Nyonya Mahestri berkata lagi. Ucapannya yang setajam belati kontras dengan penampilan anggunnya hari ini. Bahkan paruh baya itu hanya diam di rumah, melakukan apapun sesukanya, termasuk menghabiskan uang warisan dan penghasilan dari usaha mendiang sang suami. “Aku yakin hanya belum waktunya saja. Tidak ada yang mandul diantara aku ataupun Sakha, Bu,” balas Calluna setelah sekian lama terdiam. “Kalau memang begitu, mengapa hasil tes kesehatan itu selalu tertulis kemandulan, Calluna?!” Nyonya Mahestri menghela napas kasar, amarahnya sudah memuncak hingga ke ubun-ubun. Beban di pundak Calluna semakin berat. Bagi sebagian orang, usia pernikahan tiga tahun masih terbilang muda untuk pasangan suami istri baru seperti Calluna dan Sakha . Tapi, tidak demikian untuk Mahestri. Wanita yang mengenakan dres putih polos model V-neck itu mencebik sinis. Dia menatap sang menantu layaknya seorang musuh. “Kamu tahu, Calluna. Aku adalah pengusaha terkaya di desa ini, mau ditaruh mana wajahku tiap kali para kolega dan para tetangga kelas bawah itu bertanya kapan aku memiliki cucu?” Suara Nyonya Mahestri semakin keras. Sedikit bergetar seakan itu adalah luka paling dalam yang dia miliki. “Ini semua salahmu, Calluna. Kamu terlalu gila bekerja. Di luar sana kau bisa mengurus anak-anak dari kalangan rendah tapi untukku, bahkan satu anak pun tidak bisa kamu berikan,” kata Sakha menimpali . Calluna, di sudut matanya air mata sudah menganak sungai. Dadanya berdenyut pelan, nyeri seperti reaksi habis ditikam oleh benda tajam. Calluna tahu ada reputasi yang dipertaruhkan, tapi dia juga tahu dia hanya manusia biasa. Sebelah tangannya mengepal semakin kuat. Tekanan rumah tangga ini kian hari membuat Calluna hampir gila. Bersama dengan sisa energi yang dia miliki saat ini, perlahan Calluna mengangkat pandangannya. Membalas tatapan sengit suami dan ibu mertuanya kemudian berkata lirih pun tajam. “Apakah kalian pikir aku ini mesin pembuat anak?” sahut Calluna tenang, tapi kalimatnya menghunus. Tatapannya menyiratkan luka mendalam di balik gestur tegar yang dia tunjukkan. “Memiliki anak bukan hanya tugasku seorang diri. Kenapa kalian hanya mendesakku tanpa berkaca?” Di tempatnya, Nyonya Mahestri menurunkan pandangan sekilas pada gelas teh di depannya. Nampak acuh, menutup telinganya dari semua ucapan Calluna. Calluna beralih pada sang suami. Pria itu masih duduk santai, bersandar pada punggung kursi yang terbuat dari bahan kulit premium. “Kamu tahu seberapa keras aku menjaga kesehatan rahimku. Mengikuti semua aturan yang kau buat tapi kamu sendiri tidak bisa dipercaya. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu mi—” “Calluna!” sela Nyonya Mahestri. Di balik sikap tenangnya, suaranya berhasil membuat ucapan Calluna menggantung di tengah kehampaan udara. “Tanggung jawab seorang wanita itu berat, dan melahirkan anak adalah tugas seorang istri. Kalau Sakha sudah memberikan benihnya di rahimmu, tapi kamu gagal memberikan cucu, apa itu masih salah Sakha ? Harusnya kamu yang berkaca, seberapa baik kualitasmu sebagai seorang istri!” Kalimat itu berhasil menampar Calluna dengan tangan tak kasat mata. Lidahnya kelu, mendadak mulutnya kehilangan kemampuan untuk bicara. Pada akhirnya dia hanya bisa membalas kalimat menyakitkan itu dengan tatapan pilu. Nyonya Mahestri berdiri, memandang rendah pada Calluna yang masih di tempatnya. “Seharusnya kamu sadar diri, Calluna. Dengan Sakha menikahimu, kini kamu menjadi seorang nyonya besar. Apa sulitnya kamu membalas budi kami dengan memberikan Sakha keturunan?!” Calluna menggeleng lemah. Dia berdiri di atas kakinya yang semakin lemas. Mulai kembali buka suara, nadanya bergetar. “Bu, kumohon berhenti hanya melihat dari satu sisi saja. Selama tiga tahun ini aku juga berjuang untuk hamil. Semua aturan yang kalian buat aku turuti. Pola makan, pola tidur, bahkan aku dengan senang hati membiarkan tubuhku dijamah Sakha setiap hari, setiap jam hanya demi memberimu cucu.” Calluna menjeda. “Bahkan Sakha tidak peduli jika tubuhku kesakitan atau merasa tak nyaman tiap kali kami selesai berhubungan badan. Semuanya aku telan sendiri. Tidak bisakah Ibu menghargai usahaku sedikit saja?” tutur Calluna. Semua keluhnya dia tumpahkan di hadapan Nyonya Mahestri dan Sakha tapi dua orang itu terlihat acuh tak acuh. “Dengar, Calluna.” Nyonya Mahestri menyahut, menghela napas jengah. “Aku sudah memberimu waktu tiga tahun untuk memberiku cucu. Jika kamu memang tidak sanggup, katakan saja. Aku bisa mencari cara lain yang lebih ampuh.” Mata Calluna memicing. “Apa maksudmu, Bu?” Lirikan sinis Nyonya Mahestri mengandung banyak arti. Wajahnya dihiasi oleh senyum licik. “Putraku masih sangat muda. Alih-alih berharap kau memberinya keturunan di saat usiamu yang semakin matang. Lebih baik aku mencari cara lain agar Sakha mendapatkan keturunan.” Ketegangan di ruangan itu semakin pekat. Dengan jantung berdebar kencang, Calluna menunggu sang mertua selesai dengan ucapannya. Berharap apa yang akan terucap bukanlah sebuah keputusan yang akan menyakitinya untuk kesekian kali. “Apa yang akan Ibu lakukan?” tanya Calluna. Disusul tatapan penuh rasa penasaran dari Sakha .ตอนที่ 27 เลือกชินอ๋องเพียงไม่เกินครึ่งชั่วยาม แม่ทัพจัดการเหล่าทหารของใต้เท้าจางจนหมดสิ้นทุกคน หน้าวังหลวงเต็มไปด้วยกลิ่นคาวโลหิตคละคลุ้ง ทหารจัดการเก็บซากศพไปโยนทิ้งให้แร้งให้กากิน ส่วนหลางอี้ถูกจับตายเช่นเดียวกัน ตระกูลจางถูกจับทุกคนรวมถึงใต้เท้าที่เข้าร่วมก่อการกบฏครั้งนี้ทุกตระกูล สายของชินอ๋องหวังหมิงพาแม่ทัพบุกทลายที่ซุกซ่อนของใต้เท้าจางเสวี่ยหมิ่นไม่ทันได้ตั้งตัวหนีจึงถูกจับกุมมาที่คุกหลวง การตัดสินโทษของใต้เท้าจางคือการประหารเจ็ดชั่วโคตรเสวี่ยหมิ่นมิอาจจะหลบหลีกได้ นางกรีดร้องเสียสติเมื่อเห็นท่านพ่อถูกประหารนำหัวไปเสียบประจานอยู่หน้าวังหลวง ผู้คนชั่วช้าได้รับโทษที่ตนเองกระทำเอาไว้ ตอนนี้ทุกอย่างในวังหลวงคลี่คลายไร้ใต้เท้าชั่วช้าคิดไม่ดีต่อราชวงศ์อีก3 วันต่อมาจวนชินอ๋องหวังหมิงหลังจากที่จับกุมใต้เท้าจางได้ชินอ๋องแต่งตั้งให้ซูอี้หานขึ้นมาเป็นพระชายาเอก เหม่ยหนิงได้รับความเมตตาจากหวังหมิงให้กลับมาทำงานในจวนเช่นอย่างเคย ตอนนี้นางอยู่ห้องเครื่องแรก ๆ ทุกคนในจวนต่างพากันรังเกียจนางเพราะเสวี่ยหมิ่นเจ้านายของนางเป็นคนโหดเหี้ยมหักหลังได้แม้กระทั่งสวามีของตน
ตอนที่ 26 เริ่มเคลื่อนไหวเสวี่ยหมิ่นไม่หยุดนางลูบไล้บนอกแกร่งอย่างลืมตัว ร่างกายของหลางอี้สั่นสะท้านรีบจับมือของเสวี่ยหมิ่นให้หยุดกระทำก่อนที่ทุกอย่างจะเกินเลยไปมากกว่านี้“ข้าบอกให้ท่านหยุดได้แล้ว ทำไมถึงไม่หยุดเล่ายามนี้ข้ามิใช่เด็กชายตัวน้อยที่คอยให้ท่านหยอกเล่นเหมือนเมื่อก่อนและนะขอรับ”“ข้าก็ไม่ได้มองเจ้าเป็นเด็กชายตัวน้อยที่เมื่อก่อนถูกข้ารังแกเสียหน่อย ” หลางอี้มิอาจจะทนได้อีกต่อไปจับปลายคางของนางให้เผยอขึ้นก่อนจะบดจูบลงที่ริมฝีปากบางอย่างหนักหน่วงด้วยความถวิลหา ร่างบางสั่นสะท้านไปทั้งตัวสมองขาวโพลนอย่างไม่เคยรู้สึกมาก่อน เลือดในร่างกายเริ่มพลุ่งพล่านโอบกอดคอของอีกฝ่ายอย่างลืมตัว เคลิบเคลิ้มกับรสจุมพิตที่เขามอบให้ทั้งสองแลกสัมผัสกันอย่างลึกซึ้งท่ามกลางเสียงน้ำที่ไหลไปตามกระแสน้ำ เหล่าแมลงปอเป็นพยานรักในครั้งนี้ เสวี่ยหมิ่นรู้สึกดีมาก ๆ จนแปลกใจว่าวันนั้นที่นางนอนกับชินอ๋องหวังหมิงใช่เรื่องจริงหรือไม่? จนกระทั่งความเจ็บปวดกับความเสียวซ่านที่ถาโถมเข้ามาพร้อม ๆ กันทำให้นางรู้ตัวทันทีว่านางถูกชินอ๋องหลอกลวงเข้าแล้ว และนี่คือครั้งแรกที่นางนอนกับบุรุษ ยิ่งทำให้นางแค้นชินอ๋องมากกว่า
ตอนที่ 25 เสวี่ยหมิ่นหนีไปฝั่งด้านอี้หาน นางกลับมาที่ตำหนักด้วยความผ่อนคลาย คิดไม่ผิดจริง ๆ ที่นางเปิดโปงความผิดของเสวี่ยหมิ่น“หม่อมฉันไม่คิดเลยนะเพคะว่าพระชายาเสวี่ยหมิ่นจะโหดร้ายโยนความผิดให้แก่สาวใช้ที่จงรักภักดีต่อนางเช่นนั้น ”“เพราะนางไม่เคยรักใครมากกว่าตนเองนะสิ เอาล่ะตอนนี้ทุกอย่างเริ่มคลี่คลายต่อจากนี้ข้าคงได้อยู่ที่นี่อย่างสุขสบาย วันนี้อากาศช่างดีเสียจริง” อี้หานยิ้มน้อยยิ้มใหญ่เหมือนยกภูเขาออกจากอก ยามราตรีมาเยือนหวังหมิงกลับเข้ามาจากข้างนอกค่ำคืนนี้เขาก็ไปที่ตำหนักของซูอี้หานเช่นเดิม ทั้งสองนั่งกอดกันอยู่บนเตียงในห้องที่มีเพียงแสงเทียนริบหรี่ กลิ่นกำยานคละคลุ้งเต็มอากาศ“ต่อจากนี้ท่านจะทำเช่นไรต่อไปเพคะ ”“เรื่องของเสวี่ยหมิ่นนะหรือ? ข้าคิดเอาไว้ตั้งแต่แรกแล้วนางไม่ยอมให้ตนเองถูกลงโทษแน่ ๆ ข้าให้คนของข้าเฝ้าจับตามอง นางจ้างวานให้สาวใช้นำจดหมายไปมอบให้แก่ใต้เท้าจางค่ำคืนนี้ในจวนของข้าคงจะมีหนูแอบซ่อนตัวเข้ามาขโมยของ เรารีบเข้านอนกันเถอะคนพวกนั้นจะได้ทำตามแผน”“เดี๋ยวสิเพคะ ท่านจะยอมปล่อยนางไปง่าย ๆ เช่นนี้หรือได้อย่างไรกัน”“ซูอี้หานเจ้าไม่ต้องเป็นกังวลข้ามิได้
ตอนที่ 24 โยนความผิด เขาได้อ่านและยอดที่จ่ายคนงานในจวนอีกทั้งซื้อของเข้าห้องเครื่องไม่ตรงกับที่ลงบันทึกเอาไว้ ยอดเงินในคลังหายไปทุกครั้งที่ทำการเบิกจ่าย ยิ่งตรวจสอบยิ่งเห็นว่าระยะเวลาที่หายไปคือช่วงที่พระชายาเสี่ยวหมิ่นดูแล เพื่อให้ความเป็นธรรมต่อพระชายาเอกเขาได้ตรวจสอบลายมือของทั้งสองมันไม่มีตรงใดที่เหมือนกันสักนิด“ทูลท่านชินอ๋องข้าน้อยได้ตรวจสอบแล้วมีการหายไปและจำนวนของที่เข้ามาไม่ตรงกับจำนวนเงินที่ออกไปจริง ๆ และการตรวจสอบลายมือทั้งสองไม่เหมือนกันด้วยพะย่ะค่ะ พร้อมทั้งหมึกในบันทึกกระหม่อมตรวจสอบแล้วเป็นหมึกที่เขียนมานาน หากจะเกิดการเขียนใหม่จากพระชายารองคงมิใช่ เพื่อความเป็นธรรมกระหม่อมอยากให้พระชายาทั้งสองเขียนลายมือตนเองลงใส่กระดาษต่อหน้าทุกคนเพื่อเป็นการยืนยันความบริสุทธิ์พะย่ะค่ะ” เจิงหลงเดินเข้ามาพร้อมหมึกและพู่กันวางลงบนโต๊ะซูอี้หานเดินมาหยิบพู่กันอย่างมั่นใจเขียนลงบนกระดาษเพื่อแสดงความบริสุทธิ์ลายมือของนางเหมือนที่นางส่งให้ใต้เท้าทุกตัวอักษร เสวี่ยหมิ่นเริ่มสั่นกลัว นางสั่นเทาค่อย ๆ เดินไปหยิบพู่กันเขียนลงบนกระดาษครานั้นนางก็คิดได้‘แม้จะตรวจสอบว่าเป็นข้าที่เขียนลงข้
ตอนที่ 4 ท่านไม่ใช่คุณหนูของข้า ฝั่งด้านหวังหมิงหลังจากที่เขาเดินออกมาจากตำหนักของพระชายารองเขากลับมาที่ห้องของตนเองเปลี่ยนอาภรณ์เตรียมออกไปด้านนอก“ท่านจะออกไปที่ใดกันจะทิ้งพระชายารองตั้งแต่วันแรกที่แต่งนางเข้ามาเลยหรือขอรับ” เสียงในเงามืดดังขึ้นพร้อมเดินออกมาจากด้านหลัง“ข้าไม่ได้ทิ้งนางแต่น
ตอนที่ 3 ไม่มีทางให้แตะต้องเวลาผ่านไปไม่นานเกี้ยวได้หยุดเคลื่อนไหวเสียงของบ่าวรับใช้ดังขึ้นมาจากด้านนอก“พระชายาตอนนี้ถึงจวนของท่านชินอ่องแล้วพะย่ะค่ะ” ซูซูเปิดผ้าคุมเกี้ยวให้คุณหนูของนางเดินออกมา โดยมีชินอ๋องยืนรอรับอยู่“มาเถอะพระชายาเจ้ามิต้องเป็นกังวลอันใด ต่อจากนี้ชีวิตของเจ้าจะดีกว่าเมื่อตอน
ตอนที่ 2 ทะลุมิติมาเป็นคุณหนู“เฮือก!!” ร่างบางสะดุ้งตื่นอีกครั้ง ทว่าครั้งนี้นางรู้แล้วทุกอย่างว่าตอนนี้ตนเองอยู่ในร่างของซูอี้หานบุตรสาวคนรองของใต้เท้าซู“คุณหนูฟื้นแล้ว ข้าคิดว่าคุณหนูจะฟื้นมาไม่ทันเวลาเข้าพิธีอีกเจ้าค่ะ ใจข้าสั่นไหวไปหมด คุณหนูอย่าทำเช่นนี้อีกนะเจ้าคะ” สาวใช้ข้างกายคนเดิมกุมมือ
บทนำอี้เหยาหญิงสาวในยุคปัจจุบันไปร้านเหล้าดื่มและบ่นเรื่องชีวิตให้กับเพื่อนสนิทฟัง ใครจะคิดว่าเธอจะเมาหลับตื่นขึ้นมาอีกทีดันทะลุมิติไปอยู่ในร่างงของบุตรสาวคนรองของใต้เท้าตกอับ แม้ว่าจะโชคดีที่ไม่ต้องทำงานแต่เธอกลับต้องมีเรื่องทุกข์ใจเพราะต้องแต่งเข้าจวนอ๋อง ที่ขึ้นชื่อว่ามักมากในกาม บ้าตัณหา โหดเห
reviews