Cinta Untuk Regan
“Aku tahu ini berat buat kamu Cin, kalau aku jadi kamu mungkin aku udah stress, udah gak kuat ngadepin ini semua, Allah pilih kamu karena yakin kamu bisa, kamu kuat hadapi ini semua.”
Aku mengangguk, mengusap sisa-sisa air mata yang menetes di pipi, aku tidak ingin terpuruk begitu lama, aku harus bangkit bukan.
“Ayo, move on.” Kuberikan senyum untuk Rania.
“Pasti ada hadiah besar buat kamu Cin, mungkin harus sabar sedikit lagi.”
Aku tertawa tipis mendengar ucapan Rania. “Jadi deg-degan aku, kira-kira dapet hadiah apa aku.”
Hot Chapters