Terjerat Takdir Tuan Saka
Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara mesin kecil menyala, dan sendok yang beradu lembut di dalam gelas.
Arum mendekat perlahan, mengintip dari kejauhan. Di sana seorang laki-laki tengah duduk sendirian, laki-laki itu duduk dengan kaki disilangkan. Kepalanya menunduk sedikit, rambutnya terlihat berantakan. Di depannya, terlihat sebuah gelas kaca bening berisi susu panas. Bukan kopi, bukan alkohol, tapi susu.