Penyamaran CEO Tanaka
Maya yang baru saja masuk ke ruangan terdiam di ambang pintu.
Matanya terpaku pada layar.
Di sana, tampak Adrian berdiri di depan podium, mengenakan jas abu-abu muda dan dasi biru. Senyumnya tenang, suaranya terdengar mantap:
“Kami ingin membangun perusahaan yang bukan hanya besar, tapi juga berperasaan.”
Wajahnya tidak berubah banyak, tapi ada sesuatu di matanya yang berbeda—ketenangan yang dulu tak pernah ia lihat ketika pria itu masih menyamar sebagai Ardi.