Istri Dadakan Sang Presdir
ia terdiam sebentar, menelan ludah, “…aku mungkin sudah tidak ada.”
“Tidak, Aiden. Kamu anak luar biasa, usiamu baru Sembilan tahun dan masih banyak masa depan yang menantimu. Jangan diingat ingatan buruk itu ya, sayang,” kata Sekar tulus.
“Bagiku, itu bukan ingatan buruk, tapi sebagai Langkah awal kalau aku memang berharga dan bertemu bidadari sepertimu, Aunty. Saat Aunty berjalan dari gerbang sekolah, aku yakin itu bidadari yang aku tunggu dan benar! Aku selalu percaya pada ingatanku yang terlalu baik ini,” ucap Aiden.
Hot Chapters