Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Gairah di Ketinggian Sepuluh Ribu Meter

Tirai di sekeliling ditarik dan membentuk sebuah ruang tertutup yang kecil dan privat. Seorang pelatih muda masuk, lalu menyipitkan mata sambil membolak-balik berkas keanggotaan di tangannya. Aku menggigit bibir dengan canggung. Tatapanku tidak fokus dan gelisah, hingga akhirnya jatuh pada pria di hadapanku. Bentuk tubuhnya benar-benar luar biasa. Dia mengenakan singlet hitam ketat dan celana kargo.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Semakin tumpah. Pak Luyo memaksa menarik napasnya kuat. Ia merasakan napasnya sangatlah sesak. Pernapasan seolah terasa tersumbat. Berat sekali. Ya, mereka memang merasa sangat berat sekali, menghadapi ujian ini. "Astagfirullah ... astagfirullah ... astagfirullah ...." ucap Pak Luyo lirih. Istighfar berkali-kali, berharap hatinya bisa sedikit saja berkurang rasa sesaknya.
1042.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Istri Imutku

Istri Imutku

“Kevin kemana ya mbok?” “Oh Aden tadi lari-lari,” “Lari kemana mbok?” tanya Liora penasaran. “Anu, itu loh non, jug, jug gitu namanya, mbok lupa.” “Jogging?” “Nah, iya, juging.” Liora terkekeh. “Iya mbok, Jogging. Yaudah, nanti kalau Varka bangun Liora panggil mbok lagi.” ucap Liora.
9.7217.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Aira

Jodoh untuk Aira

Apa? "Aku gak suka main-main. Kebahagiaanku adalah melihat Aira bahagia. Yah, mungkin ada satu hal yang aku lupakan, bahwa jodoh memang tidak bisa dipaksakan." Hyun menatap ke arah Dewa, ujung bibirnya sedikit tertarik ke atas menciptakan senyuman kecil, tapi aku melihatnya ia telah menghibur diri. "Sepertinya aku ketinggalan informasi, ada yang ingin menjelaskan seperti apa perbincangan kalian yang sangat singkat tadi?" Aku mulai menuntut informasi.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Gairah Sahabat Suami

Gairah Sahabat Suami

Tapi, sebenarnya Amara juga harus akan gairah dan hasratnya. "Ouuhh yes ahh ahhh sayang aahh ahhh ummm ayy ahhh lubang kamu benar-benar nikmat aaah ahhh hmmm aaaa!" Arya sedang menggoyangkan lagi pinggangnya maju mundur. Benda berurat miliknya sudah membenam sempurna di lembah kenikmatan istrinya.
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Tanya Alfa setelah tawa mereka mereda. "Gak dari mana-mana, cari angin aja di bawah" Sahut Yogi sambil menekan remote televisi. "Ah, masa cari angin doang sampe malem banget! Masuk angin yang ada" "Ya.. cari anginnya sambil makan bakso, jadi gak masuk angin" Imbuh Yogi. "Huuu bukan cari angin itu mah, tapi ngisi perut!"
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Istri Sengsara Sang Billionaire

Istri Sengsara Sang Billionaire

Ayra harus mencari caya bagaimana membujuk Loly supaya segera bersiap. “Loly, kakak punya pancake enak, apa Loly mau?” Tanya Ayra penuh harap. “Tidak, Lo-Loly ti-tidak mau, ti-tidak suka,” ucap Loly. “Hmmm, bagaimana jika ice cream buah, buah kesukaan Loly dibekukan, bagaimana?” Tanya Ayra. “Watermelon?” Tanya Loly. “Iya, watermelon dingin,” ucap Ayra.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

tanyanya hati-hati pada Joko Loyo. Joko Loyo tersenyum getah. “Pertanyaan yang bagus, Anak Muda.” Tangannya menepuk-nepuk kursi rodanya. “Aku sudah mencobanya berkali-kali. Tapi tampaknya air itu memiliki... preferensi tersendiri dalam menyembuhkan.”
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

Pria tampan ini malah terkekeh dan semakin menenggelamkan wajahnya di pundakku. "Masak apa, Sayang?" "Masak soto ayam. Tapi, nggak tahu enak atau enggak," jawabku dengan tangan yang mulai menata isian soto di atas mangkuk. "Uuumm ... dari wanginya saja Mas sudah yakin kalau ini adalah soto terbaik di dunia. Nggak diragukan lagi." Huft! Kalau kata-kata gombalnya sudah keluar seperti ini, aku harus segera membuat dia sedikit menjauh. Setidaknya agar tidak terus menempel padaku.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami

Menjadi Penyanyi Top Setelah Dicerai Suami

Percakapan mereka terus berlanjut. Ringan. Namun, perlahan semakin dalam. "Kamu dari mana?" tanya Aloy. "Aku lagi gabut aja," jawab Geral santai. "Jadi jalan-jalan cari udara segar." Aloy tersenyum. "Cocok sih." Ia menyeruput minumannya. "Kadang, orang hidup memang butuh santai." Geral mengangguk. "Iya. Apalagi kalau lagi banyak pikiran."
10757 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai air gak loyo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status