Merayu Kaisar Tua
Satu demi satu dari mereka berdiri, bahkan termasuk ibu suri yang merupakan tuan rumah acara kali ini.
“Yang Mulia Kaisar Telah datang.” Teriakan kasim menggema di seluruh ruang perjamuan. Sosok tegap terbalut jubah naga kuning yang di sulam dengan hati hati perlahan berjalan masuk. Tubuhnya tinggi dengan perawakan kekar layaknya seorang jenderal. Momentumnya sangat kuat, derap langkahnya berat, sorot matanya tajam, dan auranya menggemparkan. Masih ada jejak bau besi dan darah, kedua tangannya berada di belakang punggung dan ia berjalan maju tanpa mundur.