Tergoda! Mantanku Om-Om
Tiga, angka itu sudah sangat disepakati, mereka akan merencanakan kehamilan cepat karena targetnya banyak, apalagi umur Abimana yang semakin tua, mereka cukup memikirkan hal itu agar disaat anak-anak aktif, Abimana masih sangat kuat, begitu pikir Raniya terutama.
“Mas Abi!” Raniya menaikkan kepalanya, mengecup dan menghisap sedikit leher suaminya itu hingga meninggalkan bekas kemerahan. “Hehehe.”
“Kamu ya,” desus Abimana kemudian menambah kecepatannya menghantam Raniya sampai titik terdalam.
Raniya melengkungkan punggungnya, memeluk erat Abimana yang tersengal dalam erangannya, pelepasan yang indah dan nikmat untuk rencana masa depan mereka.
Bab Populer