Jerat Pembantu Tuan Abizar
Abizar menepuk meja kerjanya, “bekerja. Bukan karena bekerja segala-segalanya bagiku, tapi aku punya ambisi, melampaui kekayaan Omar Hafshan.”
“Aku tidak beranjak dari sini, bukan karena aku suka membekukan pantat dengan duduk sepanjang hari, tapi aku memang tidak punya alasan atau tujuan untuk pergi kemana-mana. Tak ada Mawar di kamarnya untuk kubangunkan saat dia kesiangan, tak ada Mawar di halaman rumah untuk kulihat dia joget-joget sambil menyapu dedaunan, tak ada Mawar di dapur untuk kuledek dia masak apa, tak ada Mawar di setiap sudut rumah ini untuk membuatku berkeliling dan mencari-carinya. Tak ada Mawar aku tidak punya alasan untuk pergi ke tempat-tempat itu, selain bangku yang kudu
Hot Chapters