Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FEMININ

FEMININ

Tanya David "Ini kalau mau naik ke lantai atas, gimana caranya yah?" David terkekeh kecil, lalu menggandeng tangan Femi menuju ruangan kecil. Ditekannya tombol, lalu pintunya menutup tiba tiba "Loh loh Dav, ini kok pintunya nutup sih?" Tanya Femi dengan panik "Katanya mau naik ke lantai atas. Ayok!" "Aku tidak paham, semacam pintu Doraemonkah ini? Lagi lagi, David hanya tertawa kecil. Betapa polosnya Femi, tidak tau lift.
4.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 130 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
DAISY

DAISY

"Kenapa namaku ada di sini? Gadis dengan balutan dress motif bunga-bunga itu mencoba mengingat kembali. Sepertinya beberapa bulan terakhir ia tidak pernah memesan barang online. Ragu, Daisy membuka kotak itu perlahan. Rasa penasaran membuatnya terlalu cepat membukanya. Di dalam kotak itu, ada satu kotak kecil lagi dengan warna hijau tanpa pita. "Pakaian bayi?" Daisy membentangkan pakaian bayi berwarna biru dari dalam kotak. Lucu sekali, pakaian itu bergambar beruang. Daisy beralih pada kotak kedua, namun ketika ia membukanya, hanya ada selembar kertas. Mungkin, ini dari Layton? Pikir Daisy. Membuka lipatan kertas pelan-pelan, Daisy menemukan tulisan yang membuatnya sama sekali tidak senang.
105.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 181 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

“Menikah? Wah… Selamat ya, Azahra. Ini benar-benar kabar bahagia. Siapa mempelai pria yang beruntung bisa menikahi sahabat terbaik ku ini?” “Mas Abrisam,” jawab Mbak Aiza sebelum aku punya kesempatan untuk berbicara. “Suami saya.” Kata itu seolah menusuk hati Satya. Aku bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya berubah, kejutan berubah menjadi keterkejutan yang lebih dalam, dan ada sedikit rasa tidak percaya bahkan ketidakterimaan yang muncul di dalam matanya. “Pak Abrisam?” ucapnya dengan suara yang lebih pelan, kemudian mulai mengangguk-angguk pelan seperti sedang mencoba menerima apa yang baru saja didengarnya. Keheningan mendalam menyelimuti kami selama beberapa detik yang terasa seperti
575 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Bara membuka kedua netra setelah mengalami keanehan tadi. "Di mana ini?" Bara melihat pemandangan berbeda dari sebelumnya. Dataran luas dipenuhi ribuan bangkai, bukan bangkai manusia melainkan bangkai berwajah setengah manusia dan binatang di bagian kepala terdapat tanduk. Ada juga makhluk bertubuh hijau. Mereka meringis kesakitan. Meminta pertolongan kepada Bara.
1019.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 482 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Mata Ara mengarah ke kertas yang berada di samping vas bunga mini. Ara mendekati kertas tersebut lalu mengambilnya. "Hidup kamu tidak lama lagi, Arabella Dhivanya" Hah? Apa ini?
106.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 233 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

Wkwk Alex: Kenalin gue, gue gebet. Rendra: Gue bantai langsung, haha. Verdi: Pulang sekolah cafe blacksweat! Otong: Jajain bang Alex: Ngapain? Risky: Ada yang penting lah Lex. Verdi: berani berapa lo tong? Seperti biasa hiburan Verdi hanya teman gajenya, pesan-pesan yang gak jelas maknanya, nonton tv, main game offline dan berbagai macam godaan dari Vanya.
103.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
Alva

Alva

Ada sayur bening berisi kol dan bayam serta beberapa potong wortel di dalamnya,tampak lebih cerah warna. Ada rica-rica ayam di sampingnya lengkap dengan warna khas dan bau harumnya. Naisa sampai terkagum-kagum dengan kehebatan Bara ini. "Nah itu Alva.." kata Regal lagi membaringkan diri di kursi panjang membuat Naisa menoleh kearah pintu yang memunculkan sosok Alva yang tinggi di sana. Alva melangkah masuk,topi jaket masih menutupi kepalanya, ia melewati Naisa tanpa melirik dan tidak menghiraukan keberadaan Naia.
9.82.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
DINAR

DINAR

jawab raccel menjelaskan Sungguh banyak kejutan disini, dinar sangat kagum dengan pulau ranland ini, dengan semua keajaiban yang dipunya dan sangat memanjakan mata ini. Dinar memegang batu-batu berkilau itu dan aoa yang terjadi dia tidak bisa memegangnya, seakan itu hanya bayangan saja, dia mencoba memegng yang lainnya juga tetap sama, sampai dia masuk kehamparan bercahaya itu ttp saja dia tidak merasakab apa-apa. "raccel kenapa aku tidak bisa memegangya?" tanya dinar penasaran "iya benar batu itu tidak bisa kamu oegang selagi bercahaya, tunggu sampai cahayanya hilang baru kamu bisa memegangya" jawab raccel dengan santai
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 152 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
Introvert Yang Ambisius

Introvert Yang Ambisius

Ujar mitha. Lalu mitha menceritakan rentetan kejadian yang menimpanya semalam. Berawal dari ketika mitha pulang kuliah sore kemudian berencana untuk mampir ke rumah kevin, namun sesampainya di depan rumah kevin. Ia melihat ada sebuah mobil terparkir dan seorang wanita dengan wajah samar di dalamnya, kemudian kevin keluar rumah dan pergi bersama wanita itu, mitha berfikir akan menguntit mobil mereka, tak berselang lama, ternyata mereka berhenti di sebuah tempat hiburan yang ada di kota rivendhale. Kemudian mereka masuk kedalam dan mitha menyusul mengikuti mereka masuk. Mitha melihat kevin dan wanita tersebut dari kejauhan, "siapa wanita itu, apakah mungkin itu hanya saudara kevin?" Tanya mith
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang ambivalen
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status