Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arimbi

Arimbi

Saat Frans mulai menjelaskan Sultan mendengarkan dengan baik, sesekali melihat pada kertas yang tertera. "Obat ini bukan pertama kali masuk ke dalam tubuh istri Anda, sehingga menyulitkan pemulihan. Crystal Meth adalah obat-obatan yang sangat mudah menyebabkan ketergantungan, dan berdampak buruk sistem syaraf pusat." Terang Frans sambil menunjukkan kertas lain, tampak bagian syaraf Arimbi terhambat dengan tumpukan hitam. Darah Sultan mendidih, marah bukan kepalang. Dia tahu siapa pelakunya. "Jadi, apa yang harus aku lakukan?"
103.9K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as ambivalen
Read
+Library
Adinda

Adinda

panggil seseorang dari depan rumahnya. Adinda menjawab salam tersebut sambil mengintip dari jendela kamarnya. Seorang wanita paruh baya berdiri di depan halaman rumahnya, dengan sebuah mangkuk kaca yang bertutup ‘kan daun pisang di atasnya. Dari luar terlihat, cairan berwarna cokelat keputihan dengan berbagai potongan sesuatu di dalam benda berbentuk bulat itu.
1018.1K viewsOngoingAdded to Library 488 Times as ambivalen
Show Reviews (41)
Read
+Library
Adiarizki
Soalnya bagiku, kalian yang setia mengikuti ceritaku adalah yang terspesial jadi aku juga enggak mau panggil kalian semua dengan sebutan yang monoton. Maunya juga beda dari yang lain dan spesial, hehehe. Sudah dulu, ah! Kebanyakan bacot jadinya Autoa, kebablasan terus, wkwkkwkwk.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Read All Reviews
MAWAR

MAWAR

Brak "Awhh" Mawar meringis dikala bahunya terasa sakit saat Nico menghentak bahunya ke daun pintu. Dia menatap Nico dengan mata yang berkaca-kaca, lelaki itu memang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Nico memejamkan kedua matanya, tatapan itu sungguh telah berhasil melemahkan dirinya, hingga dia tidak bisa berkutik sedikitpun.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 182 Times as ambivalen
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Sikap Huo Mian menjadi antagonis. bersambung...
104.2K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as ambivalen
Read
+Library
SIMBIOSIS

SIMBIOSIS

Lalu ia mencoba namanya, ia tersenyum getir saat percobaannya gagal lagi. "Orang kayak dia ga mungkin bisa seperti itu," gumam Eva. Ia mulai kehabisan akal, ia sama sekali tak terpikirkan apa pun untuk membuka ponsel tersebut. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah gambar boneka yang ada di lock screen ponsel tersebut. "Annabelle," gumam Eva sambil mengetik dengan hati-hati.
9.96.7K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as ambivalen
Read
+Library
FEMININ

FEMININ

Tanya David "Ini kalau mau naik ke lantai atas, gimana caranya yah?" David terkekeh kecil, lalu menggandeng tangan Femi menuju ruangan kecil. Ditekannya tombol, lalu pintunya menutup tiba tiba "Loh loh Dav, ini kok pintunya nutup sih?" Tanya Femi dengan panik "Katanya mau naik ke lantai atas. Ayok!" "Aku tidak paham, semacam pintu Doraemonkah ini? Lagi lagi, David hanya tertawa kecil. Betapa polosnya Femi, tidak tau lift.
4.8K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as ambivalen
Read
+Library
DAISY

DAISY

"Kenapa namaku ada di sini? Gadis dengan balutan dress motif bunga-bunga itu mencoba mengingat kembali. Sepertinya beberapa bulan terakhir ia tidak pernah memesan barang online. Ragu, Daisy membuka kotak itu perlahan. Rasa penasaran membuatnya terlalu cepat membukanya. Di dalam kotak itu, ada satu kotak kecil lagi dengan warna hijau tanpa pita. "Pakaian bayi?" Daisy membentangkan pakaian bayi berwarna biru dari dalam kotak. Lucu sekali, pakaian itu bergambar beruang. Daisy beralih pada kotak kedua, namun ketika ia membukanya, hanya ada selembar kertas. Mungkin, ini dari Layton? Pikir Daisy. Membuka lipatan kertas pelan-pelan, Daisy menemukan tulisan yang membuatnya sama sekali tidak senang.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as ambivalen
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

“Menikah? Wah… Selamat ya, Azahra. Ini benar-benar kabar bahagia. Siapa mempelai pria yang beruntung bisa menikahi sahabat terbaik ku ini?” “Mas Abrisam,” jawab Mbak Aiza sebelum aku punya kesempatan untuk berbicara. “Suami saya.” Kata itu seolah menusuk hati Satya. Aku bisa melihat bagaimana ekspresi wajahnya berubah, kejutan berubah menjadi keterkejutan yang lebih dalam, dan ada sedikit rasa tidak percaya bahkan ketidakterimaan yang muncul di dalam matanya. “Pak Abrisam?” ucapnya dengan suara yang lebih pelan, kemudian mulai mengangguk-angguk pelan seperti sedang mencoba menerima apa yang baru saja didengarnya. Keheningan mendalam menyelimuti kami selama beberapa detik yang terasa seperti
471 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as ambivalen
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status