Istana Yang Ternoda
Acaranya akan digelar di masjid tak jauh dari rumah mereka, hanya dihadiri keluarga, sahabat dekat, dan beberapa tetangga terdekat.
Kania melirik Narendra yang kini sudah bersih dan wangi. “Hari ini kamu ganteng sekali, Nak,” bisiknya, penuh cinta.
Rafasya, masih dengan tangan setengah gemetar, menatap Kania dan putranya. “Aku nggak nyangka ternyata bahagia itu sesederhana ini, ya?”
Dan pagi itu pun dilalui dengan tawa, canda, dan cinta yang tulus—sebuah awal hari yang penuh harapan untuk keluarga kecil mereka.
Hot Chapters