Difficult
Azka membuka suara yang diangguki mereka bertiga.
Tangan mereka masih saling menggenggam satu sama lain, dapat terasa ketakutan dari genggaman tangan mereka. Azka menghembuskan nafas panjang, memiliki tugas yang besar. Permasalahannya sendiri belum selesai, masih ada beberapa panggilan yang harus dipenuhinya, cepat atau lambat semua orang bisa melihat wajah Wulan dengan sangat jelas.
“Gugup?” tanya Azka menatap Wulan lembut, jawabannya hanya diam “Bunda nggak jahat kok.” Wulan hanya mengangguk “Kamu bisa berbagi sama aku tentang apapun, aku suami kamu.”
Bab Populer