Aroma Dalam Mimpi
Mungkin ia merasakan ada makna lebih dalam yang terselip dalam percakapan mereka, atau mungkin ia hanya terhanyut dalam caranya Ren berbicara—tenang, penuh misteri, seolah menyimpan sesuatu yang belum sepenuhnya ia ungkapkan.
“Aroma dalam mimpi…” Elena mengulang kata-kata Ren dengan nada pelan. Ia menunduk sedikit, memainkan batang gelas anggurnya dengan ujung jari. “Eem... Aku memang sering mengalami mimpi dengan fragmen aroma yang terasa begitu nyata, mungkin karena aku juga begitu terobsesi untuk menciptakan aroma tersebut?”
Ren menautkan jemarinya di atas meja, matanya tetap tertuju pada Elena. “Aroma seperti apa yang biasanya kau rasakan dalam mimpimu?”