Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Oh, Ampun Pak CEO!

Oh, Ampun Pak CEO!

"A–apa?" *** Bersambung ...
10871 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang ALAGAR

Reinkarnasi Dewa Perang ALAGAR

"Apa maksudmu, apa yang sebenarnya terjadi, siapa orang yang mirip aku dan kamu itu? Kenapa aku bisa melihat semuanya?" "Cepat atau lambat kamu akan mengetahuinya, siapa aku dan kamu sebenarnya," jawab Alagar sembari tersenyum. Alagar kembali duduk dan menyalakan mobil lantas mengemudikannya kembali. Viona tidak tahu harus berkata apa lagi, wanita itu hanya bisa menatap Alagar dengan seksama, berharap bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Cepat atau lambat ingatanmu pasti kembali," gumam Alagar dalam hati sembari melirik Viona yang masih tampak bingung.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Ranka Yudha Yudha
apakah ini cerita tentang menantu goblok dgn istri dan keluarganya yg sinting?. Saya belum baca tapi kalo ceritanya sama seperti kebanyakan novel jiplakan dgn cerita menantu goblok yg dikarang oleh pengidap pneumo cronial...saya malas bacanya.
Kafkaika
Halo kak ceritamu menarik,,, sy tertarik dg cara suguhun adegan dlm kata2,, sulit lho nulis kek gini,, salam kenal kak Jangan lupa mampir ke bukuku ya, tp bukuku romance semua "ISTRI PENEBUS UTANG KESAYANGAN PEWARIS"
Baca Semua Ulasan
Casanova That's My Husband

Casanova That's My Husband

Bukan menyahuti kata lapar, namun malah komentar karena tak suka dengan panggilan yang digunakan Genta. “Iya, iya Abang kelepasan dek.” Selalu kelepasan yang ia jadikan alasan, padahal mah sebenarnya sengaja. Hihihi “Emang udah berapa bulan nggak ganti?” Dengan sedikit ambigu, Alyah melontarkan sebuah pertanyaan “Apanya yang belum ganti?” Sambil mengernyit heran genta menanggapi apa yang Alyah ucapkan.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR

CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR

“Ada apa lagi?” To be continue… ~~~~
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

“Ya, penasaran aja sih kira-kira isinya apa. Dulu kamu waktu seumuran Gian isi hpmu apa aja?” “Hmm, apa ya? Ya banyaklah. Paling aplikasi default, game, pemutar musik, aku lupa entah apa lagi. Kenapa coba nanyanya kayak gitu?” ”Ada BF juga nggak?” Alana mengamati muka Ale lekat-lekat. Ale tertawa. “Best friend maksudnya? BF aku kan Rain, ngapain juga aku ngesave dia?” “Le, aku tuh serius. Bukan itu maksudnya.” Alana sama sekali tidak terpengaruh oleh gurauan sang suami.
920.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 761 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Kenapa kamu menulis di buku harianku? Aku terlalu dikuasai emosi, sampai lupa takut. Aku pun membalas: [Aku Citra. Karena kamu nggak mencintaiku.] … Huruf demi huruf meloncat keluar: [Kamu Citra?] [Nggak mungkin. Sebenarnya kamu siapa?] [Kenapa kamu bisa muncul di buku harianku?] Tiga pertanyaan muncul berturut-turut.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

ujar Ali tapi tetap tinggal. “Baiklah...” ucap Sasa memberi kode agar Ali keluar biar dia bisa mengganti baju. “Baiklah,” ucap Ali. “Ali... ayo keluar dulu. Kalau kamu di sini gimana aku bisa ganti bajunya?” “Oh iya, baiklah,” kata Ali sambil berbalik keluar. Tapi dia gak beneran keluar, malah tepat di depan pintu dia berbalik, dan itu sering kali dilakukan oleh Ali saat Sasa masih belum bisa melihat.
1058.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menua Bersama

Tak Lagi Menua Bersama

Tapi aku tidak bertanya lebih lanjut. Aku melanjutkan, "Tuan Sentosa, saya bisa memahami perasaan Anda. Mungkin Anda merasa menyesal atas apa yang terjadi pada saya dulu, dan itulah alasan Anda tidak bisa melupakan saya setelah sekian lama. Namun, saya sudah lama melupakan kejadian itu, jadi sebaiknya Anda juga segera melepaskannya." Baru saja aku selesai berbicara, seorang gadis kecil dengan dua kuncir berlari mendekat dan bertanya, "Ibu, kapan kita pulang?"
9.961.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai apalagi atau apa lagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status