Air Mata Aruna
“Bang..., jangan mencium kakiku seperti itu. Aku banyak dosanya ada Abang. Gara-gara aku, Abang juga jalani kehidupan yang salah. Sekarang hubungilah, Arimbi. Aku juga kangen dengan adikku. Kasihan dia jika harus mengurus bayinya sendiri disana.”
Dengan berlinang Air mata, baik Lukman dan Aruna pun menghubungi Arimbi. Saat menjawab panggilan dengan video call dan dilihat Aruna di dampingi oleh Lukman yang telah menangis. Arimbi tahu, kalau Lukman telah mengatakan kebenaran atas dirinya.