SAAT KU TAK LAGI DIHARGAI
"Tentu Bu, saya selalu berharap yang terbaik untuk kehidupan Anda ke depannya."
"Kalau begitu saya permisi, pak Hanif. Semoga apa yang saya berikan ini bisa mencegah kejahatan yang akan dilakukan bu Delisha pada keluarga pak Arno."
"Baik. Terima kaish banyak, bu Intan."
Saat bu Intan meninggalkan tempat itu, Hanif masih sempat memandanginya sampai wanita itu menghilang di balik pintu keluar kafe. Sungguh disayangkan, wanita secerdas bu Intan harus tergiur dengan iming-iming hadiah yang seharusnya tak perlu dia terima.