Rindu yang Lupa
Fajar malu-malu menampakkan diri, sebentar lagi azan subuh berdendang, dan ia, gadis mungil itu masih terjaga di ruang santai, menyandarkan tubuh di sisi sofa, sementara telapak tangan masih setia berpelukan.
Ia menciptakan nasi goreng hangat di pikirannya, disusul segelas susu sapi yang sudah dicampur dengan gula, mengharapkan semuanya tersaji di hadapannya. Maka jangan sekali-kali engkau mengganggu kosentrasinya, atau kau akan mendapat ledakan amarahnya.
‘Kukuruyuuuuuuukkkkkkkkkk’
Ayam jago berkokok, membangunkan warga-warga yang tenggelam dalam tabir-tabir mimpi semu. Angin bertambah garang, semilirnya membuat bocah-bocah kembali menarik selimut.
Hot Chapters