Antara Cinta dan Luka
Dia lihat Lara, lalu Baby Rain, lalu Naya, lalu Ratna, lalu Budi.
“Kami pilih keluarga. Kami pilih hujan.
Kami pilih rumput basah ini.”
Air mata Lara jatuh lagi.
Naya mengangguk pelan.
Ratna angkat tangan kanan, jari-jari gemetar tapi tegap.
Budi hanya menunduk, tangan masih digenggam Baby Rain.
Rian angkat gitar yang senarnya tinggal lima.
Petik nada mayor pelan, seperti lagu pengantar tidur.