Aku Bukan Pilihannya
Teriakku sekuat tenaga, tapi suaraku malah teredam oleh air kolam.
Namun, Nathan hanya melihatku dengan dingin, sambil menghibur Selly dengan lembut,
“Sayang, ikhlaskan saja anting yang hilang. Nanti akan kubelikan yang baru, ya.”
Aku hanya bisa pasrah membiarkan air kolam menutupi kepalaku dan kegelapan menelanku.
Saat aku mengira ajal sudah di depan mata, tiba-tiba sebuah tangan menarik lenganku dan menyeretku ke permukaan.