Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANAK 50 JUTA

ANAK 50 JUTA

Miko yang barusan ku jemput dari sekolah langsung antusias begitu aku mengajaknya. Bak rumah tak berpenghuni, rumahku kini terasa dingin dan sepi. Walaupun Ari tinggal di sini tapi ia tak selalu rajin dalam membersihkan rumah. Hal itu terlihat dari kotornya teras dengan beberapa gelas bekas kopi yang tergeletak di meja teras. “Kamu pulang, Nit?” tanya Bu Yati yang tiba-tiba mencolek bahu sesaat sebelum aku memasuki rumah.
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Arimbi

Arimbi

"Pergi dari rumahku!" "Kenapa berbeda, Sayang? Padahal tadi kamu menyuruhku menunggu di dalam, tapi kamu lama sekali. Maaf, aku sudah lancang menyusulmu." Dada Arimbi kembali bergejolak sakit, keinginannya yang sempat goyah pun bangkit. Menyeka air matanya yang keluar begitu saja, Arimbi melangkah lagi bahkan sedikit berlari. Matanya yang penuh air mata membuat pandangannya mengabur, sehingga tidak melihat sebuah truk melaju cepat. Braaaak! Semua orang menoleh, melihat tubuh Arimbi terpental jauh.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri

Aku Menjadi Orang Asing di Rumahku Sendiri

Istriku lupa logout dari WhatsApp Web di komputerku. Saat aku sedang membantunya logout, sebuah pesan grup muncul di layar. [ Untuk rayakan Andri naik jabatan, ayo kita makan bersama malam ini. ] Aku mengklik pesan itu karena penasaran. Ada empat orang di dalam grup itu, yaitu ayahku, ibuku, istriku, dan adik sepupuku, Andriyan. Istriku membalas. [ Cuma kita berempat? Nggak ajak Evander? ] [ Siapa suruh dia selalu begitu perhitungan? Dia bahkan mau rebutan sebuah apel dengan Andri. ] Aku pun tercengang. Ternyata, aku sudah lama menjadi orang luar dalam keluarga ini.
676 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Satpam Biasa

Suamiku Bukan Satpam Biasa

Ardi bertanya sembari mendorong kursi roda Anita ke dalam rumah. "Oh, tentu saja sudah, Pak. Semuanya sudah siap,” jawabnya dengan kedipan sebelah mata. Anita tersenyum penuh kemenangan saat melihat rumah itu kembali. Dia pernah menginap beberapa kali di rumah ini dan memadu kasih dalam lautan gelora. Rumah yang membuatnya semakin yakin untuk merebut Ardi dari tangan kakak tirinya. "Kamu masih suka, kan, dengan rumah ini?" tanya Ardi.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Kontrak Suci

Kontrak Suci

“Ke depannya juga ada ART buat bersih-bersih rumah.” “ART?” Suci sedikit menggeser tubuhnya lalu mendongak. “Aku punya ART buat bersih-bersih rumah?” Arif mengangguk. Mengecup puncak kepala Suci. “Nggak mungkin kamu bersihin rumah sendirian, kan?” Suci tersenyum simpul. Ia kembali bersandar nyaman, lalu menggeser layar untuk melihat foto-foto yang ada di galeri ponsel sang suami.
1035.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 983 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Istri yang Kabur di Malam Pertama

Istri yang Kabur di Malam Pertama

ucap sinis Ardi sambil melepaskan cengkeramannya. "Saya berencana menjadi ART di rumah Tuan. Saya bisa bersih-bersih, mencuci dan juga memasak." Sedikit terbata Gita berusaha menjawab dengan mantap. "Aku tidak butuh itu, semua sudah dikerjakan Bi Irah." Ardi kembali mendekati Gita dan menguncinya dengan kedua tangan menopang di sofa. Gita menyadari posisinya tak nyaman sedikit mundur hingga punggungnya membentur sofa.
10157.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Kode Cinta Pengacara Jutek

Kode Cinta Pengacara Jutek

Arumi tampak sedang berdiri di depan pagar sebuah rumah mewah bercat putih. Tidak terlalu besar namun terkesan elegan. Berkali-kali ia menggoyangkan kunci gembok pagar rumah itu. Sinar mentari yang cukup terik siang itu membuat Arumi menggunakan tas yang ia pegang untuk melindungi wajahnya. "Mit...Mita...Miit," panggil Arumi dari balik pagar.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Perempuan Kedua

Perempuan Kedua

ucap Arini dengan mata terpejam. Ia sudah tidak peduli dengan apa tanggapan bi Sarti dengan keluarganya, sementara bi Sarti yang tadinya ingin memejamkan mata jadi mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Arini, wanita paruh baya itu menatap wajah Arini yang masih pucat dan sedang terpejam. "Kamu broken home?" tanya Bi Sarti.
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Misteri di Rumah Mertua

Misteri di Rumah Mertua

"Rindu rumah, atau rindu dengan aktivitas di rumah?" Aku tersenyum simpul menanggapi pertanyaan Mama yang mengarah pada hubungan pribadi suami istri. Ah, sepertinya tidak ke arah sana juga, tapi bisa jadi hanya pikiranku saja yang menangkap lain guyonan Mama. "Mama bisa aja." Hanya itu kata selanjutnya yang keluar dari bibirku. "Kamu sudah memastikan jika rumah aman, Dra?" tanya Papa. "Bukan apa-apa, Papa takut jika ibunya Ayu datang kembali ke sana, dan buay ulah lagi."
1032.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 969 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

“Rumahnya kayak rumah kucing, cuma fasilitasnya di dalam muat buat berak dan mandi kucing. Itu rumahku, yang gerbang hitam warna cream temboknya.” Mobil berhenti tepat di depan gerbang. Klakson mobil Arfi berbunyi dan seorang maid langsung membukakan pintu untuknya. “SIang, Den.” “Siang, Bi.” Arfi nampak ramah menyapa ARTnya. Arfi turun dan berbincang sebentar dengan maid lalu membukakan pintu mobilnya. “Mau di dalam saja?” tanya Arfi pada Mimi dengan tersenyum.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai arti mi casa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status