MENANTU IMPIAN IBU
Meski belum sepenuhnya sempurna, pondasi sudah kokoh dan dindingnya dari bata, meskipun belum diplamir.
Tiga kamar cukup untuk mereka, dengan dapur kecil yang terasa pas untuk kebutuhan sehari-hari. Atap rumah itu masih terbuat dari esbes, bukan genting, pilihan yang lebih hemat meskipun kayu di daerah tersebut tidak mahal. Lantai semen yang dulu penuh lubang kini sudah rapi, walau tidak sehalus ubin. Astri menghela napas lega, mengingat betapa berat perjuangan mereka selama ini.
Hot Chapters