Bias Cinta
“Iya, Pak. Saya Dinda.”
“Ooo.” Pria itu berdiri lalu menunjuk bagian bawah wastafel. “Pipanya minta diganti, Mbak. Ada yang bocor. Terus atap, kloset atas bawah sama showernya. Lumayan pokoknya, Mbak. Soalnya rumah ini sepertinya sudah lama nggak ditempatin. Mas Altaf minta diperbaiki dan diganti semuanya.”
Ira tidak jadi membuka mulut, setelah mendengar nama Altaf. Mengingat perusahaan keluarga Cinta bergerak di bidang properti, ia pun menebak jika Dinda membeli rumah tersebut melalui Altaf.