Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Benci Berbuah Cinta

Benci Berbuah Cinta

Pria itu adalah James Arthur yang kini datang bersama dengan Cintya. Cintya yang gila dengan perhiasan keluaran terbaru. Ia membelinya dengan kartu kredit milik James Arthur tanpa memikirkan berapa saldo rekening bank yang tersedia. "Maaf, apakah bisa bayar cash atau mengunakan kartu lain?" tawar salah satu penjual dengan sikap ramahnya. Cintya mengerutkan dahinya, ia tidak terima di permalukan seperti itu. Sehingga meminta kasir itu untuk mengulangi lagi proses transaksi.
9.951.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Bukan Sekadar Suami Bayaran

Bukan Sekadar Suami Bayaran

kata Ariella memerintah. "Wah, baik Kak, mohon di tunggu sebentar," ucap penjual itu yang langsung mengemasi barang pilihan pelanggannya. "Totalnya 45 juta ya, mau dibayar pakai apa?" tanya penjual itu setelah mengemasi pilihan Ariella. "Debit saja, bisa kan?" Ariella mengeluarkan kartu ajaibnya. "Baik. Silahkan di masukan pinnya," kata penjual itu lagi.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

Ia sudah membayangkan bisa segera tancap gas dari rumah ini, tapi ternyata urusan pembayaran belum beres. ​"Yaudah bentar saya ambil uangnya ya Mas," ucap ART itu yang kemudian melangkah naik ke lantai atas. ​Dayat menunggu di dekat pintu masuk sambil menyeka keringatnya. Ia terus menatap ke arah tangga, berharap ART itu segera kembali membawa uang dan ia bisa langsung pergi. Namun, setelah beberapa lama menunggu, ART itu kembali menghampiri Dayat dengan wajah agak segan.
1072.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Dan ketika kasir itu sudah melakukan pembayaran; kasir itu mengembalikan debit card milik Arvin seraya mengucapkan terima kasih. Arletta mendesah pelan ketika Arvin membayarkan barang-barang belanjaannya. Sungguh, Arletta merasa tidak enak pada Arvin. Ditambah dirinya baru saja mengenal Arvin. Wanita itu tak mau sampai Arvin berpikir dirinya memanfaatkan rekan kerjanya itu. “Arvin, harusnya kamu nggak perlu membayarkan barang-barang belanjaan aku,” ucap Arletta dengan embusan napas panjang. Kini dia melangkah keluar dari supermarket bersama Arvin—menuju halaman parkir.
1047.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin

Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin

batinnya. Mencoba ramah, Arumi pun menjelaskan tentang sistem pembayaran dibutiknya itu. Namun memang wataknya yang bebal, wanita itu pun tidak mau mengerti, ia masih kekeh ingin membayar dengan iklan di aplikasinya. “Kalau boleh tahu, dengan siapa saat ini saya berbicara?” tanya Arumi. “Sella. Anda bisa memanggilku nona Sella.” angkuhnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
NGAMAR ATAU BAYAR

NGAMAR ATAU BAYAR

Dedi mengangguk lesu. "Ya, hanya rumah ini yang bisa ku beli dengan kredit. Jadi rumah yang kemarin, aku oper kredit lalu uangnya untuk mengembalikan uang bonus pada sugar momyku. Sedangkan uang dasar pelayanan yang telah dibayarkan beliau selama ini tidak perlu dikembalikan," ujar Dedi. Agustina menghela napas panjang.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Aku ,Target balas dendam CEO

Aku ,Target balas dendam CEO

“Maaf kak kartunya tidak bisa dipakai.” Aruna sedikit mengernyit. “Aneh…” Ia mengambil kartunya kembali dan mencoba kartu lain tetap gagal beberapa orang mulai mengantre di belakangnya ,Aruna akhirnya mengeluarkan uang tunai dari dompet jumlahnya tidak banyak namun masih cukup untuk membayar semuanya. “Terima kasih.”
10744 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin menyodorkan tangan kanannya. Dan mereka pun bersalaman. “Jika tidak bisa, Anda harus membersihkan semua ruangan ini tanpa terkecuali, menggosok toilet dan lainnya.” Tuan Pablo yakin sebab kalau Marvin tidak bisa membayar delapan ribu dollar, bagaimana yang lebih dari itu. “Baik!” Kemudian Marvin kembali merogoh isi dompetnya lalu mengeluarkan Kartu Vibra dan mengaparkannya ke meja kasir. “Saya bayar pakai kartu ini.”
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Aku istrimu suamiku

Aku istrimu suamiku

tanya Dena sambil mengangkat coklat. “Mau!” jawab Ariq dan Argi kompak. Dena terkikik, lalu kembali meraih coklat yang kini isian kacang mede. “Kalau ini?” tanya Dena lagi. Keduanya menggeleng kompak. Dena diam, karena Ariq dan Argi ternyata tak suka. Ia kembali meletakkan di rak dekat meja kasir. Tiba giliran Dena melakukan pembayaran, Argi mendekat untuk membantu memasukan belanjaan ke keranjang lain yang sudah tertata tas belanja. Setelah sepuluh menit, total belanja muncul, Argi memberikan kartu debit miliknya. Dena tak bergeming, ia paham. Belanjaan sudah di bayar dan satu keranjang penuh dengan total empat tas belanja besar tertata rapi. “Aku ke sana sebentar, beli es kopi, kamu mau, G
10141.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai arti void payment
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Rianievy
Halo... judul ini sudah TAMAT, terima kasih untuk teman-teman pembaca yang meluangkan waktu untuk membaca. Saya ada judul baru yang bisa me jadi pilihan, judulnya CELASEMARA, yuk ketemu saya di sana ......
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

jelas Aizar. “Masalahnya bukan itu, Aizar... kamu itu sedang pinjam telepon orang, bukan telepon umum, jadi transaksi pembayaran kartu kreditnya belum bisa diproses. Apalagi mamaku kalau sudah bicara ditelepon pasti tidak bisa sebentar,” tegas Furi memberitahu. Aizar melirik ke belakang, ada beberapa pembeli yang ingin mulai antre ingin membayar belanjaan. Ia pun mulai resah, sedangkan Tante Mirna dengan santainya ngobrol dengan Cempaka di seberang sana.
1040.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai arti void payment
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status