My Game Boyfriend
"Arthur, kau boleh mencium istrimu."
Tanpa menunggu dua kali, Arthur mengangkat tangan kanannya, menyentuh pipi Melati dengan lembut seolah menyentuh bunga yang paling rapuh namun paling indah, lalu mendekatkan wajahnya. Diiringi suara tepuk tangan meriah dan sorakan gembira dari seluruh tamu yang hadir, Arthur mencium bibir Melati dengan penuh rasa cinta, rasa syukur, dan rasa lega. Sebuah ciuman yang menandakan akhir dari segala ketidakpastian dan awal dari kebahagiaan abadi.