Menari dengan bayanganmu
Luna menganggukkan kepalanya, dua jam setelah kepergian Allard, Arshaka tumbenan meneleponnya.
“Iya, aku di rumah.”
“Nanti malam mau ke pameran, gak? Ada waktu?”
Luna berpikir sejenak lalu memutuskan untuk menerima ajakan Arshaka. “Gak ada, sih, Ka. Tumben banget kamu ngajakin aku, ada maunya kah?” curiga Luna tak serius.
“Suudzon mulu lo mah sama gue, padahal, kan, niat gue baik.”
Bab Populer