Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda

Namun, Rupert tiba-tiba berujar, "Om, kamu nggak sopan. Tante Luna menyajikan sup untukmu, kamu bilang terima kasih, tapi kenapa nggak panggil namanya?" Dua tahun adalah fase anak-anak belajar aturan. Dia hanya tahu aturan yang dibangun di otaknya adalah sesuatu yang benar dan tidak boleh ada yang mengubahnya. Saat mengucapkan terima kasih, harus disertai nama panggilan baru sopan. Mendengar Kayden hanya bilang terima kasih, Rupert pun memprotes, bahkan mulai menangis. Lunara sudah berpengalaman mengurus anak. Dengan tenang, dia berkata, "Kalau begitu, yang benar seharusnya gimana? Nggak mungkin ommu juga manggil aku 'Tante', 'kan?"
9.8504.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai aturan huruf kapital
Tampilkan Ulasan (63)
Baca
+Pustaka
Ffy Oyan
hari Minggu kemarin aku sudah baca masuk bab 270 anau masuk ke bab 280 tapi hari ini masuk dan mau lanjutin baca kok kembali ke bab awal.? sedih banget sudah buang banyak koin malah di kembalikan ke cerita awal bab 1...
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Baca Semua Ulasan
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tanah di bawah kaki mereka bergemerisik, bukan karena pasir atau kerikil, tapi karena huruf-huruf kecil yang merangkak seperti semut tinta. Kapten Arya menarik napas dalam. “Tempat ini belum punya aturan,” gumamnya. “Belum,” jawab Lena, “tapi bukan berarti bebas sepenuhnya. Setiap kata bisa tumbuh menjadi perintah kalau kita lengah.”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Misteri Asmara Bella

Misteri Asmara Bella

tanya Davin penasaran. "Di sini ada huruf yang kapital. Bukan di awal kalimat, tetapi di huruf i, o dan k. Mungkin enggak sih, kalau ini nama calon korbannya?" Bella meletakkan kertas itu di tengah, supaya para sahabatnya bisa melihat dengan jelas. "Iok?" tanya Maya mengangkat sebelah alisnya. Mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing. Jika memang itu nama orang, kenapa terdengar begitu asing? Karena setahu mereka di kampus tidak ada yang namanya iok.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma

jawabnya terdengar tidak pasti. "Bukan." "Kita punya nggak?" tanyanya lagi mencoba kembali memastikan. "Kayaknya sih kita nggak punya." "Huruf awalnya apa?" ucapnya, kini tangannya mulai bergerak untuk mengambil minyak zaitun dan mulai membalurkannya ke kakiku sambil mulai memijit lagi secara perlahan. "Huruf awalannya nggak ada. Adanya huruf tengah R. Totalnya lima kotam juga."
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

ucap Isabella sambil menatap Brandon dengan hormat. Brandon berdeham. “Peraturan saya masih sama seperti di kampus. Pokoknya saya tidak suka orang datang terlambat. Jika ada yang terlambat, maka poin kalian akan dipotong. Terutama kalo tugas melewati deadline.” Sorot matanya tertuju pada Isabella. “Kalo kalian ada pertanyaan, silakan tanyakan pada Isabella.”
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Kita mulai dari huruf.” Ia memperbesar kata MAHENDRA di header. “Pasangan ‘HE’ dalam brand book diatur -20 kerning agar lekuk H tidak membuat lubang di samping E. Di sini 0. Pasangan ‘ND’ harus -10, di sini 0. Ini tanda mereka memakai font sistem yang mirip—Calibri/Cambria—bukan Mahendra Sans yang kita rancang khusus.” Inez menambahkan overlay transparan yang memperlihatkan pergeseran milimeter di antara dokumen palsu dan template asli. Perbedaan kecil, tapi konsisten.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Legenda Kultivator Terkuat

Legenda Kultivator Terkuat

"Batuk batuk batuk..." Hui' An terbatuk-batuk sebentar. "Salam, Leluhur Kecil!" Semua orang membungkuk serempak, tidak berani lalai. Aturan Buddha sangat ketat, dengan penekanan khusus pada senioritas. “Ini kakak laki-lakiku… Apakah kau tahu harus memanggilnya apa?” kata Hui' An dengan suara berat. "Aku di sini...Saudara Zu!"
1078.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai aturan huruf kapital
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Mr. Mystery
Izin Promosi Thor Bagi kalian yang suka membaca kultivator yang benar-benar realistis, dimulai dari manusia biasa/fana yang menjadi legenda. Tanpa embel-embel keluarga/klan atau pelindung di belakangnya... Yuk baca "Benih Dao Kekacauan" 🫡🫡
Klan Qing
Izin promos ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini adalah kisah Petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

] Tiara sengaja mengetik dengan huruf kapital. Benar saja, Ruby langsung membalas, dengan huruf kapital yang sama. [W.H.A.T.T.T.T.???] [Tristan ada di sini! Dan kita kebetulan ketemu di vaporetto tadi!] [WHAATTTTT???? Then, you are damned, Ara! -Kalau begitu, elo dikutuk!] [I know.]
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pangeran

Kembalinya Sang Pangeran

katanya dengan suara kecil. “Tidak perlu tahu bagaimana,” jawab Yuwen dingin. “Kau seharusnya tahu peraturan. Surat keluar dari karesidenan ini harus memiliki capku. Tanpa izin, surat ini tidak boleh dikirimkan. Seharusnya majikanmu tahu hal ini!” “Hamba mohon ampun!” Xiumei menunduk lebih dalam, hampir menyentuh tanah. “Ini sepenuhnya kesalahan hamba. Nyonya sama sekali tidak tahu menahu soal surat ini.”
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Prime Time Bersama Mas Polisi

Prime Time Bersama Mas Polisi

"Ternyata tulisan dengan huruf kapital di kertas yang saya temukan di gudang waktu itu adalah tulisan tangan Bu Katarina ya, Om?" Kiran ikut melihat objek yang diamati dengan serius oleh Demitrio. "Benar, Ki. Waktu itu saya salah menduga. Saya mengira tulisan tangan itu adalah tulisan tangan laki-laki karena semua hurufnya ditulis dengan huruf kapital. Tapi ternyata," Demitrio berdecak. Ia teledor kali kali ini.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai aturan huruf kapital
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status