Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duke Kejam itu Suamiku

Duke Kejam itu Suamiku

Tepuk tangan riuh pecah dari penduduk desa saat tulisan di prasasti itu terungkap: SEKOLAH LAURENT: LENTERA BAGI SETIAP JIWA YANG MERINDUKAN KEADILAN. “Untuk Ayah,” gumam Aurelia pelan, menyentuh ukiran nama Laurent dengan jemari yang bergetar karena haru. “Mimpi ini bukan lagi sekadar kertas kumuh di dalam kotak kayu hitam.” Alaric berdiri di belakangnya, melingkarkan lengannya di bahu Aurelia. “Dan ini baru permulaan, Sayang. Oksana hanyalah satu titik. Kita punya sembilan koordinat lagi yang menunggu untuk dinyalakan.”
8.813.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Putri Antagonis

Kutukan Sang Putri Antagonis

tanya Lyli sambil menyiapkan syal sutra untuk Aurelia. "Aku cuma ingin membaca, Lily. Jangan khawatir. Bilang pada Caelan kalau aku hanya di perpustakaan kalau dia mencariku," jawab Aurelia tegas. Perpustakaan itu terasa sangat sunyi saat Aurelia melangkah masuk. Bau kertas tua dan debu langsung menyapa hidungnya. Dia mulai menyusuri rak-rak raksasa, mencari buku tentang mitologi kuno. Tangannya bergerak lincah di antara punggung buku, hingga matanya menangkap sebuah sampul kulit hitam tanpa judul.
10860 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati

Perjanjian Pernikahan Tanpa Hati

Aulia mengambil napas dalam-dalam, dan memulai membaca dokumen yang berisi laporan lingkungan, kontrak, dan surat-surat resmi lainnya. Dia membuat catatan dan analisis, mempelajari setiap kata dan kalimat dengan sangat teliti. Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, dan waktu presentasi sudah semakin dekat. Aulia merasa sedikit gugup, ini adalah presentasi pertamanya di depan Pak Leon. Saat sudah Waktunya, Aulia berdiri di depan ruang rapat, menghadap Pak Leon dan beberapa staf senior lainnya.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Sacrifice : A Pen For The Garden Of The World

Silvan tertawa : " Hahaha itu kan aku ! aku tidak memiliki Smartphone maaf ya" Aulia terdiam merasa malu dan bersalah, " Maafkan aku Silvan !" Aulia menulis nomor di kertas "eh jika kau butuh bantuan hubungi saja nomor ini ! kau tahu jika aku memiliki kaka seorang Tentara dan dia adalah juara 3 dalam pertandingan bela diri !" Silvan menerima kertas "Oh iya terimaksih ya Aulia ! maaf ya sepertinya aku akan pulang !"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
SweetShit Marriage

SweetShit Marriage

“Sepuluh juta, La.” Langkah Lala terhenti dan dia berbalik menghadap Aiden. “Sepuluhjuta sebulan. Kamu cuma perlu ngajarin Ruli membaca, menulis dan berhitung, terus jagain Ruli sementara aku kerja. Cuma itu aja.” Alis Lala bertautan. Dia memandang Aiden dengan ekspresi tidak percaya. “Kamu udah gila ngeluarin uang sebanyak itu,” cibirnya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

Alfa tertawa keras sekali sambil mengepalkan kedua tangan. "Yes yes yes. Masih sangat sangat cinta." Galuh kesal. Lagi-lagi dia kena jebakan batman Alfa. Alfa malah semakin gencar menggoda. Galuh terlihat malu-malu tapi mau digoda. Aulia memperhatikan tingkah keduanya dengan senyum misterius. Ponselnya berbunyi. Aulia mencari tahu siapa yang menghubungi. Senyumnya kembali terulas. Dia menatap dua pasangan dari kejauhan lalu pada ponselnya. Senyum liciknya kembali terulas. Terlihat matanya penuh sebuah rencana.
9.835.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

MENCINTAIMU ADALAH RASA SAKIT

Di hadapannya tergeletak sebuah buku catatan hitam, baru ia beli semalam. Di halaman pertama, Alya menuliskan satu kalimat sederhana: “Aku tidak akan lari lagi.” Kalimat itu tampak kecil, tapi bagi dirinya adalah sebuah deklarasi perang. Dengan tangan bergetar namun penuh tekad, ia mulai menuliskan setiap detail yang ia ingat tentang Raka—wajahnya, kebiasaannya, ancaman-ancaman yang ia kirim, bahkan kenangan kelam di masa lalu. Ia ingin semua bukti terekam, tidak hanya di kepalanya, tapi juga di kertas yang nyata. Ardi masuk membawa beberapa dokumen, terkejut melihat Alya begitu serius menulis. “Apa yang kamu lakukan, Ly?” tanyanya.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
DIA MENGIKUTIKU

DIA MENGIKUTIKU

"Iya, santai aja. Tapi, Ra, aku cuma mau ngingetin kamu jangan banyak melamun. Takutnya terjadi hal-hal yang gak diinginkan" "Iya siap" setelah memastikan bahwa Rara baik-baik saja. Kami kembali beristirahat sejenak. "Eh, kita udah lewatin banyak masalah barengan. Tapi, aku gak tahu berapa umur kalian, hmm" ucapku. "Oh iya, aku dua puluh dua tahun" jawab Alfa "Aku dua puluh dua tahun" ucap Aulia. "Kalo aku dua puluh satu, sama kayak Rara. Cuma beda bulan aja" tutur Mia.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

ucap Harun. Kini giliran Dewa yang tetawa melihat ekspresi Harun yang tidak sabaran seperti orang yang kebelet ke kamar mandi. Kertas berwarna merah muda dengan wangi semerbak menampakkan sederet tulisan Asih yang rapi. harun menarik napas dalam-dalam dna juga merapalkan doa sebelum mebaca surat. “Kamu mau baca surat atau baca Al-Qur’an, sih, Run pake berdoa segala,” Dewa lagi-lagi protes. Begitulah Harun dan Dewa yang seperti kucing dan tikus.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

Kata Iklil terbata-bata, menunjukan bahwa Iklil sedang gugup. "Kalau sudah, Saya mau ambil kertas kamu," lanjut Iklil. "Sudah, Pak," sambil memberikan kertas selembar yang berisikan ujian seleksi CSB. "Jangan panggil Bapak, Saya masih 20-an." Kata Iklil sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal sama sekali. "Panggil Saya, Kak Iklil," lanjutnya. "Oke Kak, apa kita pernah bertemu sebelum nya?"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai aulia lapan bilan pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status