Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Primadona Rumah Bordil

Sang Primadona Rumah Bordil

“Begitu lebih enak di dengar. Satenya tolong, Di.” Mereka makan malam di dalam kamar hotel yang hanya berisikan satu tempat tidur dan dua kursi kecil dengan meja kecil juga. Tidak ada meja rias dan yang lainnya, benar-benar sangat minimalis sesuai namanya Hotel Minimalis. “So ... i listen now.” Gaza melipat tangan di atas meja bulat kecil setelah mereka merapikannya. “Astaga belanjaan aku satu troli besar aku tinggal di super market Ga.” Natasya menepuk jidatnya kesal karena harus mengulang berbelanja kembali.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Wanita Hina Bernama Nania

Wanita Hina Bernama Nania

Biasanya, para wanita kaya akan memikirkan usaha elegan seperti sebuah rumah makan bergaya klasik yang lampu-lampunya dibiarkan temaram, atau sebuah coffee shop dengan biji kopi yang dimasukkan dalam toples demi sebuah kesan bahwa coffee shop itu hanya menggunakan biji kopi asli di menu mereka. Dan gado-gado tampaknya tak sesuai denga ciri khas mahal keluarga Sudibyo. Budi bisa membayangkan betapa murkanya Nyonya Martha jika tahu menantu yang tak dia inginkan justru mendirikan sebuah rumah makan gado-gado. Sebuah kesan yang hanya ada di kalangan bawah. Nania benar-benar berbeda. "Kenapa, Pak Budi?" Nania sepertinya menangkap keraguan di mata pria itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Salah satu dari mereka, cewek berjilbab, menyambung, “Iya, Pak. Katanya sih rumahnya gede dan harganya murah banget. Cocok buat rame-rame.” Pak Slamet mendesah pelan. Ia menyandarkan sapunya ke dinding, lalu mempersilakan mereka duduk di kursi teras. “Kalian udah tahu sejarah rumah itu?” Empat mahasiswa itu saling pandang. Cowok paling kecil, yang dari tadi sibuk main HP, nyeletuk sambil ketawa kecil, “Katanya sih rumah bekas pembunuhan, Pak? Hahaha... serem amat. Tapi itu tahun berapa, sih?”
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Desire Part 3 Kembang Gunung Wilis I "Itu rumahnya Pak Lurah, Mas." Jingga menunjuk rumah paling besar dan paling mewah untuk ukuran orang desa. Jauh berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Di depan rumah utama ada bangunan joglo dengan pilar kayu jati yang kokoh dan berplitur cokelat mengkilap. Lantainya tampak bersih berkilauan. Di tengah joglo ada satu set meja kursi berukir untuk menerima tamu.
10476.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai background rumah gadang
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

“Ada rendang, ayam kecombrang, ayam lengkuas. Tinggal kamu goreng nanti. Terus Mama juga bikin cumi cabe hijau dan cakalang balado.” Aroma masakan rumahan perlahan memenuhi dapur—hangat, familiar, dan entah kenapa terasa menenangkan sekaligus menyesakkan di waktu yang bersamaan. Hagia melirik sekilas. Lalu kembali pada kopinya. “Ma nggak usah repot-repot begini,” gumamnya pelan. Namun tangannya tetap bergerak mengambil salah satu kotak, membukanya sedikit, mencium aromanya tanpa sadar.
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

Atau apa yang bakal jadi rumah. Henry kirim pesan sebelum mendarat: “Semua udah beres. Rumah besar udah diisi furnitur. Kamu pasti suka. Rp 19,2 miliar habis dengan baik.” Dimas balas cuma jempol sama satu kata: “Sempurna.”
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Merebut Kembali Hartaku dari Keluarga Benalu

Merebut Kembali Hartaku dari Keluarga Benalu

"Habis dari kota, Bu. Ini tadi lalu mau beli gado-gado Bu Jum yang terkenal itu, eh nemu rame-rame, ya mampir dulu, hehehe," "Iya gado-gado itu memang rame, Mbak. Do rumah besar ini memang sering ramai Mbak, terutama setelah di tempati Sinta. Apa Mbak kenal dengan yang punya rumah itu?" tanyanya lagi.
1031.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Serigala

Legenda Raja Serigala

"Oke, ayo kita ke sana sekarang." Teguh dan Bayangan pun segera ke Hotel Rembulan. ... Di Hotel Rembulan. Hotel ini memang bukan hotel nomor satu di Kota Senggigi, tetapi tetap sangat mewah dengan dekorasi yang megah. Bisa dibilang hotel ini salah satu hotel kelas atas di Kota Senggigi. Di dalam sebuah kamar tipe presidential suite yang mewah. Danu dan ayahnya, Radi Gumilar, sedang duduk di depan sebuah meja besar. Berbagai macam hidangan mewah dan minuman tersaji memenuhi meja itu.
9.5368.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.9K kali sebagai background rumah gadang
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Rich 77
hai pembaca, yuk kepoin cerita tentang seorang dewa perang yang menjadi menantu tidak berguna di keluarga istrinya. Simak kisahnya setelah dia mendapati istrinya berselingkuh di ulang tahun ke tiga pernikahan mereka
Baca Semua Ulasan
Mengantar Nyawa setelah hari raya

Mengantar Nyawa setelah hari raya

timal Gunadi berlalu menuju kamar di mana Istrinya masih terbaring tak berdaya. Dia letakkan bayi mungilnya yang masih terlelap, tepat di samping sang Istri. Dia tatap wajah cantik Rumana. Iya, Rumana masih terlihat cantik dan awet muda, meskipun dia sudah melahirkan empat orang anak. Usianya yang baru mau menginjak kepala empat, tak menampakan garis penuaan di wajahnya sedikitpun. Tentu saja, Rumana seorang wanita keturunan Bali. Ayahnya orang Bali, dan Ibunya orang Jogja. Rumah warisan Ibunya lah yang kini mereka tempati di Jogja sana.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Gara-gara pertanyaan itu, percakapan mereka kembali dimulai hanya untuk memecah keheningan setelah tadi hanyut dalam kekaguman. “Setahu gue sih cuman Presiden dan keluarganya doang yang sanggup ngebeli rumah kayak gini. Bokap gue juga gak bakalan mampu deh soalnya mewah banget. Dari luar aja udah keliatan berkilau gitu,” jawab Rama yang kemudian mengoceh karena tidak berhenti mengagumi rumah orang lain. Dia melanjutkan setelah menarik napas, “Apalagi dalamnya. Istana banget pastinya.”
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai background rumah gadang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status