Diam-Diam Menikmati
“Dan jangan khawatir soal persiapannya, aku akan urus semuanya. Kita akan buat pesta kecil saja di halaman belakang, sederhana, tapi hangat, bersama keluarga yang benar-benar peduli.”
Luna mengangguk pelan. Ia tahu halaman belakang rumah ini memang cukup luas, lengkap dengan danau kecil yang menenangkan. Jika tempat itu akan menjadi saksi hari bahagia mereka, Luna yakin suasananya akan indah dan intim. Namun, satu hal masih membayangi pikirannya, satu nama yang terus muncul setiap kali ia membayangkan hari itu.
Jacob yang memperhatikan sorot mata Luna yang berubah, segera bertanya lembut. “Ada apa?”