Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JIWA-JIWA YANG MALANG

JIWA-JIWA YANG MALANG

Gumam gadis kecil itu, merasa amat senang pemberiannya diterima walaupun hanya menerima suatu balasan kata terimakasih dan senyuman. Begitu pula dengan salah seorang bocah yang bernama Kelvin, ingin sekali ia bertanya, “apakah boleh kita berkenalan.” Akan tetapi pertanyaan itu hanyalah suatu perkataan yang terlintas sesaat, datang tanpa menghadirkan arti. Lantaran ia pun ingat, bahwa martabat seorang penerima tidak akan pernah sebanding dengan tabiat sang pemberi.
9.54.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

From Anggara Dolken : Ogah gue! From Anggara Dolken : Gue bosnya, bukan lo. From Anggara Dolken : Nego, kan? From Anggara Dolken : Enggak terima negosiasi gue. From Anggara Dolken : Ini bukan obral pasar swalayan. From Rexi Alexa : Terserah lo, Anjing! From Rexi Alexa : Sekalian aja pecat gue, Dajjal!
9.77.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Meski tak mengerti bahasa Perancis dan Malikha hanya berbahasa Inggris, tapi mereka bisa berkomunikasi dengan baik. "Si ... Si!" jawab Malikha lalu tertawa. Karena hanya kata itu yang ia tahu selama hampir empat hari di Kaysersberg. Aidan terperangah lalu tersenyum melihat tingkah konyol Malikha yang menggoyangkan tubuhnya dan bernyanyi bersama mereka meski ia tak tahu lagunya. Menarik napas, Aidan lalu menghampiri dan tersenyum pada teman-teman Malikha itu. "Bonsoir messieurs, excusez-moi! je veux aller chercher ma femme," (Selamat malam Tuan-tuan, permisi, aku ingin menjemput istriku) ujar Aidan sambil tersenyum.
8.823.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 583 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
WANITA KEDUA

WANITA KEDUA

Aksa [Malam, Sayang ... kamu enggak apa-apa, kan? Maafkan kejadian tadi sore ya? Aku enggak bisa belain kamu. Kamu baik-baik di situ. Aku di sini enggak apa-apa. Kamu enggak usah terlalu mikirin. Biar aku aja. Jangan lupa makan. Pasti belum makan, kan? Kamu harus sehat, enggak boleh sakit.]
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

Dicampakan setelah Tidak Berpenghasilan

Aku menepuk mulutku berulang kali. "Ih, beneran Mbak? Kita jadian mulai sekarang?" Akas semakin girang saja. "Eh, maksudku tadi-", ucapanku seketika terpotong olehnya yang tak henti-henti berbicara. Kata-kata keluar dari mulutnya berbaris panjang, seperti kereta yang melaju kencang. "Iya, Mbak, aku ngerti. Nggak perlu malu-malu," tutupnya kemudian sembari terkekeh.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

Setiap langkah terasa lebih berat dari biasanya, dan udara malam terasa semakin dingin. Tangan Alia gemetar ketika ia melewati lorong yang menuju ke bagian rumah yang jarang ia kunjungi. Itu adalah bagian rumah yang selalu dihindari atau ruangan yang dikenal sebagai "ruangan terlarang." Ruangan itu adalah sebuah kamar kecil di ujung koridor, yang konon katanya, tidak pernah dibuka oleh siapa pun dalam keluarga mereka. Ayah dan ibunya selalu mengingatkan Alia untuk tidak pernah mendekati ruangan itu, meskipun mereka tidak pernah memberi penjelasan lebih lanjut.
601 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Aku mau kerumah mu) Yeara Jangan kerumah, aku lagi gak ada dirumah, kak tolong pake bahasa indo, kakak kan udah ada di indo. Kak Harlen= Maaf sudah biasa Yeara = Dibiasain dong kak, kasian entar temen kakak gak ngerti kak Harlen ngomong apa Kak Harlen = Teman aku hanya kamu Yeara = Yaudah iya, besok ketemu yuk? Kak Harlen = Iya, kamu ketemu dimana?
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Tanya Anchakagra kearah Amisundha. "Iya Tidak Begitu Menolak…,maksudnya…,Terus Kok Umpama Di Ripit…,Wah Adegan Barusan Itu tadi yang pake Acara Mangku Wanita cantik...,Itu Juga Bisa Membuat Jiwa Kelaki-lakian saya Sedikit Mbeldoss…!,Bahasa Indonesianya Mbeldoss itu Apa iya…?"tanya Amisundha menggaruk -garuk kepala lagi. Membuat Bhoma Tertawa Terpingkal -pingkal melihat ulah salah satu Pamannya.
7.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Talak Aku, Mas!

Talak Aku, Mas!

ujarku sebal tanpa menoleh ke arahnya karena rasanya jengkel saja melihat wajahnya yang penuh senyum itu. "Ya kalau aku bilang namanya bukan surprise dong. Ayolah, Ra. Aku memang udah tahu bahasa Inggris tapi kan aku nggak sepintar kamu. Aku maunya benar-benar bisa fasih jadi nanti aku nggak blepotan saat aku ngomong sama teman-teman aku yang dari luar negeri." Aku sedikit terkejut ketika aku mendengarnya.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Baca
+Pustaka
Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya

balasku. "Ya Allah, maafin aku ya, Ma. Andai aku ada di posisi Mama pasti aku ga akan kuat," gumam Imelda sambil menatapku sedih. "Ga apa Sayang, Allah menimpakan ujian ini pada Mama, karena Allah tahu Mama bisa menghadapinya," balasku. "Duh, aku malu dan merasa bersalah, maafin aku ya, Ma," ujar anakku sambil memeluk dan kubalas rangkulan tulusnya dengan penuh haru.
1095.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai bahasa malaysia ngakak
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Nur
berharap ada produser yg melirik novel ini dan bisa di film kan, jujur novel mu ini keren banget mbak. aku tipe orang yg sulit memfavoritkan sebuah novel. dan sejauh ini, aku hanya memfavoritkan dua novel, salah satunya di upp orange, dan ke dua novel ini. sebab novel kalian risetnya dalam.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status