SUJUD TERAKHIR EMAK
"Astaghfirullah… Anak-anak durhaka macam apa itu? Apa sudah tak punya hati?"
Sita menutup pintu pelan, lalu membawa rantang itu ke meja makan. Ketika mereka membuka isinya, aroma masakan rumahan langsung tercium. Ikan goreng yang masih hangat, sayur lodeh yang menggoda, sambal terasi yang terlihat menggugah selera — semua terhidang sempurna. Tapi yang paling menyayat adalah bayangan tangan renta Mak Asih yang dengan susah payah memasaknya. Tubuhnya yang sudah tidak sekuat dulu, pasti ia paksakan hanya agar bisa melihat senyum di wajah anak anaknya saat menyantap makanannya.