Rumah Atmaja
jawabku cuek.
“Ikhlas lah. Sama calon istri sendiri, pasti ikhlas lahir batin,”
“Enggak usah mulai deh,”
Aku langsung meluncur menuju bagian pakaian wanita. Mataku berubah hijau, memilah dan memilih. Coba sana, coba sini. Selain gamis buat Mbak Farah dan Tante Rani, aku juga memilih sebuah tunik cantik berwarna ungu, gamis simpel warna maroon dan kerudung warna abu tua. Ikutan khilaf jadinya kan’.
Hot Chapters