Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
"Maaf, Ci. Tadi kita keasyikan ngobrolin rencana kerjaan buat mereka besok pagi, makanya belum sempet kepikiran mau bikin teh."
Citra mengangguk pelan, ia nampak sangat bersemangat menyambut kehadiran orang baru di lingkungan perkebunannya. "Ya udah, tunggu bentar ya. Biar aku sendiri yang buatin teh manis anget asli dari hasil panen perkebunan ini. Kalian harus ngerasain bedanya teh pegunungan sini sama yang di kota," katanya ramah sebelum akhirnya balik badan untuk masuk kembali ke dalam rumah singgah.
Dari sudut mata Pram, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik ke arah belakang tubuh Citra saat gadis cantik itu berjalan menjauh.