Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MALAM PENEBUSAN

MALAM PENEBUSAN

Karena yang jelas saat ini, ia sudah menempuh jalan untuk anaknya kembali. Kekuatan gaib atau apalah itu, perempuan itu akan menyebutnya sebagai keajaiban. Sungguh akan berbenturan jika dikaitkan dengan nalar. Kini, ia akan berusaha membiasakan diri untuk berteman dengan klenik demi kelangsungan hidupnya dan kesengsaraan untuk Adam. Perempuan itu merendahkan badannya hingga air naik ke batas leher. ia memejam, menikmati suara walang kerik yang nyaring. Suara belalang malam itu memiliki jeda sebelum berdering lagi.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri Yang Kau Hina

Bangkitnya Istri Yang Kau Hina

POV Hani Mataku mengerjap perlahan serta rasa sakit di kepala ini mulai terasa lagi. Rasanya berat saat ingin melek membuka mata lebar. "Aaaaw." Aku bergerak dan merasakan tanganku sakit sekali. "Aaaaaaw!" "Mbak Hani." Mendengar suara laki-laki memanggil, aku pun berusaha untuk membuka mataku. Jam dinding berwarna putih adalah benda pertama yang bisa kulihat, lalu pandanganku mengedar, kesemua arah.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Mata Batin

Mata Batin

Bahagia di hati mereka berdoa semoga tak ada lagi ritual, tumbal dan makhluk kasat mata di kampung mereka yang selalu meresahkan jiwa dan raga. Lebih baik bersembunyi daripada harus menjadi korban mereka. Hanya sinar merah dan asap mengumpal di atas langit. Berharap tak ada yang membantu rumah itu padam. Biarkan si jago merah melahap tanpa tersisa. "Mau lari ke mana kamu?" Mata Nyai berubah nyalang. Ia tak akan membiarkan Bara pergi begitu saja. Bara membalikkan tubuhnya dan menatap tajam kedua makhluk ciptaan Tuhan yang telah salah jalan.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Malaikat Maut Sang Pelakor

Malaikat Maut Sang Pelakor

Sungguh mengenaskan, dengan mata yang masih membeliak seperti tak rela hidupnya harus berakhir seperti itu. Sementara Orang yang menyebut dirinya Malaikat Maut segera mencabut kembali alat suntiknya, tak lupa dia menyelipkan selembar kertas kecil ke balik pakaian wanita korbannya. Hujan di luar sedikit mereda, meskipun suara petir masih sesekali terdengar memekakkan telinga.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Sang Villainess Ingin Bikin Baby Dulu, Balas Dendam Kemudian

Semua orang mengangkat pedang mereka untuk menghadapi 'makhluk' lain yang memusnahkan monster grande dengan mudah. Awalnya, Maftah mengira itu adalah ulah Dylan. Namun apa yang kemudian muncul di balik badai berliku yang mereda, nyaris membuat napasnya terhenti. “... Malaikat yang menangis.” Maftah bergumam dalam keadaan linglung.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 743 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
150 Days My Angel

150 Days My Angel

"Lo nebeng gue lagi, Peri? Baru kali ini gue nemu peri naik motor." Jangan salah paham, peri yang Langit maksud bukan peri bidadari. Tapi makhluk astral, hantu. "Iya. Masa aku jalan kaki?" ucap malaikat cantik itu. Langit geleng-geleng kepala. Untung saja ia dilahirkan dengan memuat banyak kesabaran. Mungkin jika sedikit, sudah ia tinggalkan makhluk gaje keluaran terbaru ini.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Angel's Sign

Angel's Sign

Sorot matanya memancarkan kelembutan dan kehangatan, seketika membuat Ruriko terkesan. Sambil memandangi makhluk itu, pikiran Ruriko bekerja untuk menebak asal usul makhluk itu. Sampai saat ini pun ia masih belum tahu tugas si malaikat. Sifatnya usil, menyebalkan, galak, dan pelit. Jauh dari sifat-sifat malaikat yang tergambar dalam pandangan manusia. Ia sering muncul di dekat Kasumi serta bayinya. Ruriko awalnya berpikir kalau ia adalah malaikat maut. Tapi, tebakannya salah. Atau malaikat pengabul permohonan? Tapi, rasanya mustahil mengingat sifatnya yang pelit. Jadi, ia malaikat apa, ya? “Kau jadi sering ke sini.” Gema suara familiar langsung membuyarkan fokus Ruriko. Gadis itu melihat sek
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
STRANDED (TERDAMPAR)

STRANDED (TERDAMPAR)

Alis mata Nita terangkat. Dirinya tak percaya dengan apa yang dia lihat. Bukanlah menyeramkan sosok makhluk bernama malaikat itu ternyata. Bahkan, malaikat yang dia saksikan di sana itu lebih menyerupai sosok seorang perempuan frustrasi yang sedang sekarat. “Heran aku, malaikatnya kok bergayut. Jangan-jangan di saat malaikat itu menyambar aku tadi dirinya sudah keburu tersangkut,” gumam Nita lugu.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Duakh! Dua, lima, bahkan tujuh orang lainnya anak buah si Mata Malaikat terbanting dan tersungkur ke tanah. Sebagian masih bisa bangkit, sisanya hanya diam bergeming, entah pingsan atau pula sudah tewas, tidak ada yang tahu. “Gadis tengik!” maki si Mata Malaikat. “Kenapa kau hanya menghindar dan menghindar saja, hah? Mana keberanianmu yang tadi? Tunjukkan padaku!”
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai bangkitnya si mata malaikat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status