Dekapan Hangat Sang Mantan
Bukan damai yang dipaksakan, tapi damai yang lahir dari kesadaran bahwa dia masih di sini, masih hidup, masih punya kesempatan.
Mira muncul di sampingnya, membawa selimut tipis yang dirajut lembut untuk menghangatkan Ghea. "Nona Ghea, udara pegunungan memang dingin di sore hari. Ini selimut dari Pak Devan, beliau titipkan khusus untuk Ibu."
Ghea tersenyum, menerima selimut itu dan menyelimuti bahunya. "Terima kasih, Bu Mira."