KAMAR KEDUA
Air hangat masih mengepul tipis di dalam kamar mandi. Uapnya menempel di kaca, membuat bayangan mereka samar. Menyisakan ruang kecil yang hanya berisi napas, sentuhan, dan keheningan yang dalam.
Satria duduk di tepi bathtub.
Punggungnya sedikit condong ke depan. Handuk hangat yang tadi ditempelkan Sheza kini melingkar di lehernya, menyerap sisa keringat dan ketegangan yang belum benar-benar pergi.