Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

Kebangetan (Pov Izzah) [Bik, ambil di laci nakas tidurku, ada botol kaca kecil. Bawa keluar dan kunci kembali kamarku. Itu botol isinya obat pencahar, teteskan di makan siang mereka, Bik. Jangan banyak-banyak. Mengerti?] Sebuah chatku kirimkan pada Bik Karmi, saat itu juga sebelum dia memasak untuk Ibu Mertuaku itu. Seperti biasa, dia selalu responsible pada setiap chatku.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 614 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
I Can See Your Destiny

I Can See Your Destiny

“Kalau begitu, bisakah kau jelaskan lebih detail mengenai benang yang ada di jari dokter ini? Coba kau sebutkan ciri-ciri benangnya seperti apa.” “Benangnya pendek, warnanya ada dua, bagian bawah benangnya berwarna hitam, sedangkan bagian atasnya berwarna merah, dan ujung bagian bawahnya putus,” jelasnya yang seketika membuat wanita itu terdiam. Dia tidak mengerti dengan maksud dari perkataannya. “Ini. Di bagian jari manisnya berwarna merah, sedangkan bagian bawah dimana benang itu putus berwarna hitam. Warna merahnya sama seperti yang mama dan papa miliki. Tapi teksturnya berbeda…” anak perempuan itu menunjuk jari tangan ibunya. “Jadi mama juga memiliki benang yang sama? Tapi apa perbedaan
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Belenggu Hati

Belenggu Hati

Ia mengenakan dress klasik berwarna krem, dihiasi motif bunga-bunga kecil yang lembut, membuat penampilannya tampak anggun namun sederhana. Langkah Kara hampir mencapai pintu kamar, ketika sebuah suara pria memanggilnya dari arah belakang. "Kara." Sontak, ia menoleh dan berbalik. Itu Refat. Alis Kara menyatu. Yang ia tahu, pria itu adalah teman Ender, dan seseorang yang pernah ia tolong. Namun, melihat ekspresinya sekarang… Jarak mereka sekitar enam meter.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
BENDA PENGLARIS

BENDA PENGLARIS

"Beres" Bu Astuti dibantu suami nya menghitung uang jumlah penjualan hari ini beberapa lembaran, merah, biru, hijau dan yang lainya dikeluarkan dari laci dan dimasukkan begitu saja berdasarkan di dalam dompet besar yang lusuh. "Wah benar benar ampuh pah". " Ingat bu, Ingat pantangan nya" "Iya pah pokonya siapa saja yang berani mendekati apaalagi membuka Dandang bakso itu akan langsung saya pecat."
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Dia langsung menyahut pelan dan memasukkan kaki mungilnya yang halus ke dalam air rendaman. Afkar pun menyalurkan energi naga ke matanya, lalu menatap dengan gugup ke arah kaki anaknya. Sesaat kemudian, kedua Serangga Benang Es itu menyusup masuk lewat telapak kaki Shafa. Bagaikan dua benang halus, mereka menyelinap masuk ke dalam sumsum tulang belakang anak itu. Berdasarkan penjelasan Fauzi, Serangga Benang Es ini adalah jenis serangga elemen es yang sangat langka dan sulit untuk dikembangkan. Nilainya pun sangat tinggi.
9.51.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32.7K kali sebagai benang extra
Tampilkan Ulasan (92)
Baca
+Pustaka
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
She is Not My Sugar Mommy

She is Not My Sugar Mommy

Begitu juga dengan Rea yang langsung berdiri dan menyambar benda itu dari tangannya. “Be apa ini? ini tespek siapa?” tanya Rea melihat dua buah garis merah muda di permukaan alat tes kehamilan itu yang menyatakan bahwa si penggunanya sedang mengandung. “Tespekku,” jawab Bening ragu-ragu.
10153.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Benang itu menyambar lengan kanannya. Akh! Bara Sena merasa lengannya tersengat oleh api yang sangat panas. "Bagaimana bisa senjata benang aneh itu mengenai jiwaku? Seharusnya itu tidak mungkin...!" batin Bara Sena. Xia Shin kembali mengeluarkan senyuman yang membuat amarah Bara Sena kembali muncul. "Kau pasti bertanya-tanya bukan? Bagaimana bisa senjata ini mengenai tubuh tanpa raga milikmu? Kau tahu siapa diriku anak muda?" tanya Xiao Shin.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

"Mana alat rahasia itu?" Bintang dan dua kawannya menunjuk ke atas pepohonan. Hampir sulit terlihat pandangan mata, di atas beberapa pohon jati berduri kelihatan benang-benang halus malang melintang dari satu pohon ke pohon lainnya. Lalu benang-benang ini menjulur ke bawah, menempel di batang-batang pohon. "Aku tidak menemukan kemana lenyapnya ujung- ujung benang aneh ini!" kata Maithatarun sambil besarkan mata memeriksa.
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Air seni bahkan membasahi celananya. "Diamlah!" Kedua tangan Tang Rui mengepal. Orang yang merancang jebakan ini sungguh tak bermoral. Bisa-bisanya memakai benang penghancur tulang. Konon benang ini sangat tajam dan dibuat dengan teknik khusus di wilayah Barat. Bahan pembuatnya adalah logam yang langka. Biar tipis hingga nyaris transparan, ketajamannya mampu memotong benda setajam apapun dengan akurat.
1022.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 878 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Benang-benangnya merayap di udara, mencari-cari arah, lalu meluncur ke mereka dengan kecepatan ular berbisa. “Sekarang, Raka!” Raka berlari ke dinding, matanya mencari benang yang berbeda dari yang lain. Semua terlihat sama kecuali satu, yang berdenyut pelan, seakan memiliki detak jantung. --- Tangannya gemetar saat meraih benang itu. Begitu disentuh, sensasi aneh menghantam kepalanya suara-suara orang asing, ratusan, semuanya berbisik di telinganya sekaligus.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai benang extra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status