Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Wanita itu terlihat gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa, sedang Mas Haris seolah menangkap apa yang aku maksudkan, ia meminta maaf dengan isyarat kedua tangan yang ia tangkupkan di dada. Hmm, bubuk merica putih, jahe dan pupuk cabe merah yang kutambahkan dalam jumlah banyak, dan saat ini kusimpan di kantong, sangat membantu niatku memberi pelajaran mempermalukan madu baruku itu. Rasakan!
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Skandal Terlarang Bersama Mertuaku

Skandal Terlarang Bersama Mertuaku

​Leksa menoleh, "Tapi yang gede tadi keren, Mi." ​​"Kita beli yang ini aja, ini namanya Koi Kohaku, warnanya merah putih mirip bendera," kata Raymond. Ia menunjuk tegas pada ikan yang ukurannya pas. "Ikan yang ditunjuk Kakek juga bakal jadi gede kok," timpal Laras. ​Melihat warna merah putih yang mencolok itu, mata si kembar kembali berbinar. "Wah, bagus!" seru Leksa.
10218.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Mata Elang

Mata Elang

Satu pincuk itu sebutan untuk alas pembungkus nasi pecel yang berasal dari daun pisang, kalau makan di tempat daun pisang bagian ujung atas dilipat kecil menyerupai trompet. “Beres Vanya,” sahut ibu kos yang tangannya sibuk menyendok beberapa sayur rebus seperti daun pepaya, bayam, daun ketela, kecambah dan lain sebagainya. Kemudian disiram dengan sambal kacang, tidak lupa tambahan lauk seperti kering tempe, serundeng, tempe goreng tepung dan rempeyek teri yang renyah menambah selera makan.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

ujar salah satu pengunjung yang tengah berekspresi di depan kamera ponselnya. Pembeli datang silih berganti hingga sore hari. Zen tampak penuh syukur, hingga tak henti-hentinya tersenyum. Pemandangan itu ditangkap oleh Dio yang baru saja tiba. “Kafe ini rame lagi meski yang mereka beli adalah es tebu.” “Tidak apa-apa. Es tebu pun bagian dari menu di kafe kita. Dan, saat ini aku merasa malu pada Arash,” ungkap Zen dengan wajah sendu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Mendadak Nikah : Tawanan Hati Berondong Tajir

Mendadak Nikah : Tawanan Hati Berondong Tajir

Dan dia yakin, jika Amira adalah wanita yang tepat. Amira kembali mengangguk. Lalu meraih plastik dari atas meja. “Ini saya tadi beli nasi kuning untuk sarapan. Bu Bertha wajib coba, karena menurut saya ini nasi kuning terenak yang pernah saya coba.” Awalnya Kazuya sibuk memainkan gadget, namun kala mendengar nasi kuning terenak sontak dia memalingkan wajahnya ke depan.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai beras kuning
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Cleo Voltra
Kazuya ugal²an banget mepetin Clay. Mana brondong, tengil pula, lucuuuk wkwk. Tapi aku seneng mereka akhirnya nikah yeaayy. Semoga aja perasaan Clay tumbuh buat Kazuya ke depannya. Plis jangan cerai dulu. Ayo kak update lagi babnya! <3
KiraYume
Suka banget sama alur ceritanya! Nikah dadakan sama berondong tajir, auto jadi tawanan hati. Dari awal udah disuguhi drama, apalagi pas muncul surat perjanjian dan akhirnya ketemu Rafael. Dinamika hubungan mereka yang unik ini bikin senyum-senyum sendiri. Recommended
Baca Semua Ulasan
Ada Berondong Tua

Ada Berondong Tua

Bersulang itu berarti akan ada minuman beralkohol yang disajikan. Dia cukup lama tinggal di luar negeri jadi tahu kebiasaan dan kata-kata itu. Sang bos cabang maju ke depan dan mengambil microphone. "Baiklah semua, terima kasih kami ucapkan karena kehadiran rekan sekalian. Ini bukan penutupan, tapi mari kita rayakan bersama." Lalu puluhan gelas berisi wine muncul dari nampan yang dibawa oleh para pelayan. Setiap orang mengambil satu gelas dan mulai minum.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

Luna mendorong pelan Richo yang sudah duduk di sampingnya. "Aku gak ngagetin, kamunya aja yang ngelamun. Emang ada apa di atas sana?" Richo kini turut menengadahkan kepalanya. "Senja!" Tunjuk Luna pada langit. "Wah ... Kamu suka liat senja ya?" "Ehm! Warna jingga itu warna yang paling indah menurut aku." "Oke, kalau gitu, nanti kalau kita punya anak, cowok namanya Senja, kalau cewek Jingga. Gimana?"
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Hidup Bersama Yang Tak Terduga!

Hidup Bersama Yang Tak Terduga!

Karin tertawa mengejek Nayla yang sepertinya kurang cocok dengan minuman itu, karena hampir semua orang di taman ini bisa menikmatinya dengan baik untuk menemani santapan lezat yang ada di panggangan. “Itu namanya Baram, Nay. Tadi kan Geri sudah bilang itu minuman khas Kalimantan yang terbuat dari beras ketan difermentasi, terlalu fokus memandang Geri ya… sampai-sampai tidak dengar Geri bilang apa,” Bertha ikut menambahi hingga Nayla tersipu dan Geri juga langsung salah tingkah.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Katanya ada satu tanaman sakti yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Bahkan, penyakit paling mematikan pun bisa ia sembuhkan asal si penderita masih bernapas. Tapi sejak dahulu kala tak ada yang pernah menemukan tanaman ini walau ciri-cirinya sudah jelas.” Cang Er yang kelihatan paling tertarik di antara dua murid Cao Yin. Seolah kehausan, gadis itu segera mendesak gurunya. “Bagaimana ciri-cirinya?” “Dia punya lima kelopak dan kelima-limanya berbeda warna. Tangkainya berwarna merah muda dan kelima kelopak bunga itu tak ada yang memiliki warna sama dengan tangkai. Tinggi mungkin selutut. Tak ada yang tahu apa nama asli bunga aneh itu, orang hanya menyebutnya sebagai Bunga Dewa.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai beras kuning
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status