Pembalasan Tuan Muda Terkuat
Bercak-bercak di bulunya bukan hitam dan oranye biasa, melainkan merah pekat, emas, dan ungu yang mengalir di permukaannya seperti lelehan logam yang belum dingin.
Setiap kali dia bernapas, udara tepat di depan moncongnya bergetar, panas, seperti tanah di musim kemarau.
Dari jarak sepuluh langkah pun tekanannya sudah bisa dirasakan di kulit.
Namun Ryan tidak berhenti di sana. Pandangannya naik ke lantai dua paviliun.
Tiga sosok berdiri mengawasi ke bawah dengan ekspresi masing-masing.