Jebakan Kemenangan
Dengan tangan gemetar, aku mengambil ponselnya dan memerhatikan foto-foto gadis dalam gambar itu.
Itu Jola, putri kesayanganku.
Hatiku sangat sakit, kepalaku terasa seperti dihantam palu besi dan berdenging. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi kenyataan yang begitu kejam ini.
"Om, sahabatku cantik, 'kan?"
"Cantik."
"Kalau begitu sepakat, ya? Om ingat bawa uang tunai, kami nggak terima transfer atau amplop, kamu pasti mengerti, keamanan itu yang paling utama."
Hot Chapters