Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mata Batin

Mata Batin

"Pokonya elu tanggung jawab." "Tanggung jawab apa? Emangnya gua hamilin siapa?" tanya Bolot polos. "Siapa yang mau dihamilin elu?" Menjitak kepala botak Bolot. "Siapa juga yang mau sama Mpok," sindirnya. "Eh, kurang ajar!" "Ampun Mpok, becanda." Mpok Atik menarik kuping Bolot hingga ke dapur. "Cuci semua baju gua. Mesin cucinya rusak." Mendorong tubuh Bolot untuk masuk ke kamar mandi.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Ia tak terlihat memperhatikan orang orang disana, namun ia menyebutkan sesuatu dengan benar tanpa menatap orang sekitar. “2 balok perak bergelombang! Ajun Inspektur Polisi Satu… pangkat tertinggi dalam jajaran pangkat bintara tinggi polri… lambang tanda pangkat polri untuk Ajun inspektur polisi adalah 2 balok perak bergelombang…,” Tisha berbicara seperti sedang membacakannya di depan kelas.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Buruk Rupa

Buruk Rupa

batin Argan bingung. "Alah! Bilang aja kamu telat karna sih Argan botak sok kegantengan ini'kan?! Apa coba kekurangan Bapak?! Kalau kamu cepat-cepat datang ke sekolah ini'kan nanti bisa cepat jumpa sama Bapak juga! Kamu emangnya nggak rindu sama wajah tampan Bapak ini?!" ucap Pak Samson ngawur. "Ish! Apaansih Pak?! Muka kayak pantat beruk aja bangga! Lah gua donk Pak! Wajah yang nggak bisa ditandingi oleh siapa pun!" ucap Argan melawan dengan soknya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Masa bodohlah, toh, aku tidak minta makan dengan orang lain. Rumah terasa sepi ketika ponselku menunjukkan jam 07.30 pagi. Aku ke belakang, kamar Om Andi masih tertutup. Cepat saja aku mandi dengan membawa perlengkapan selengkap-lengkapnya. Saat aku selesai, Om Andi terlihat menghidupkan sesuatu berupa batu kecil diletakkan di dalam wadah yang terlihat mahal. Kalau di kota ini namanya bukhor, ternyata sampai juga di desa terpecil.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Atau sekadar mengomentari jalan berlubang yang sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor. *** Setelah menempuh perjalanan selam delapan jam, akhirnya kami sampai di rumah. Komplek perumahan yang letaknya tak jauh dari batalyon berlambang beruang, dengan moto Manuntung dalam bahasa Banjar atau awal sampai akhir.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

“Uk uk, aak!” “Oh …?” Dia, si peri yang memiliki nama lengkap Sri Pohaci, peri kesuburan yang dapat menyuburkan segala jenis tanaman, juga memiliki bakat keakraban dengan hewan berupa dapat dengan mudah memahami setiap kata yang hewan keluarkan, … secara cepat langsung mengerti semua perkataan penuh umpatan, dari monyet hitam yang besar itu. “Anda memang Masternya Saya, kan? Anda hanya benar-benar sedang dalam bentuk monyet jadi-jadian karena dikutuk oleh Sir Serunting, kan?”
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
ETERNAL ANGEL AND HER LAST REQUEST

ETERNAL ANGEL AND HER LAST REQUEST

Tanpa Dimitry sadari, ia telah terobsesi dengan wanita bernama Beverly Montano. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

jawabnya yang bingung. Tak selang lama, seorang pria bertubuh besar berpakaian hitam melangkah mendekat ke arah Mbok Inem. Tampak Mbok Inem sampai menelan salivanya. Pasalnya pria itu berpostur tinggi besar dan memiliki tato di lengan. “Maaf, Pak, Anda siapa?” tanya Mbok Inem. Pria itu menatap Mbok Inem. “Saya diminta Pak Bara untuk menjemput Bima,” jawabnya dingin dan datar.
9.419.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 696 kali sebagai bh montok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status