Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Sedetik kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari kantong jeans yang ia kenakan. Andri mendekat, lalu menepis sesuatu di tangan Uta. Gadis itu menatap tajam pada Andri. Ia sangat mengenali berbagai ciri dari mereka yang sedang kehilangan arah dan mencoba berteman dengan pil haram. “Kenapa kembali setelah bikin semua sangat heboh, hah?” Dengan bibir pucatnya, Uta berteriak. Napasnya tersengal-sengal seolah baru saja melakukan aktivitas berat.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Mereka Bilang Kakakku Pelakor

Mereka Bilang Kakakku Pelakor

"Oh anak kurang ajar tidak tahu balas budi, jadi kamu sekarang lebih membela orang yang telah mempermalukan keluarga kita! apa sih, Pa!" Papa Renata yang entah datang dari mana langsung membawa istrinya pergi dari saja sambil berkata pada BIru. "Hentikan video itu!" Biru menghela napas, Video itu baru saja berakhir dan KIa membalikkan tubuhnya dan memasukkan tangannya di belahan dadanya yang memang tertutup, dan memberikan sesuatu dari sana pada Biru. "Silahkan," katanya dengan manis.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
KANAYA (ANTARA AKU, KAMU DAN SUAMIMU)

KANAYA (ANTARA AKU, KAMU DAN SUAMIMU)

Tak lama, kembali Den Aryo mengumumkan kehamilan istri ke duanya, yang sejatinya bukanlah darah daging Den Aryo. Bibik mengetahui kebusukan Ratna, hingga akhirnya Bibik dipecat dan diusir dari rumah itu. Ratna membayar Bibik dengan nominal luar biasa banyak sebagai uang tutup mulut. Ratna meminta Bibik pergi meninggalkan kota. Bibik menurut, Bibik pergi ke Pangandaran dengan membawa serta Neng Naya. Meninggalkan kampung halaman Bibik dan menepi di tempat ini. Dua tahun kemudian, terdengar kabar kematian Tuan Adijaya melalui berita di televisi." Air mata tak henti mengalir di kedua pipiku. Kenyataan pahit yang harus aku telan seakan membunuh hati dan nuraniku.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

"Antri untuk diurut, Bik?" "Bukan hanya diurut Nyonya, keahliannya banyak soalnya, bisa ngurut, bisa juga pengobatan alternatif dan bisa juga jadi dukun beranak," bisik Bibik. Aku menautkan kedua alis, kenapa bibik harus bisik-bisik? Aneh. Setelah mengobrol dengan bibik sebentar, aku bersender sambil melihat pohon-pohon yang tampak bergerak di luar sana.
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 956 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Benih Terlarang Kakak Angkat

Benih Terlarang Kakak Angkat

"Den Junior ngapain ikut-ikutan duduk di bawah begini?" "Ya habisnya kalau Bibi di bawah, Junior nunduk banget!" Junior menggunakan alasan tinggi badannya yang membuat dia tidak nyaman untuk bicara ketika Asih berada di bawah. Padahal, dia hanya bersikap lebih sopan pada pembantunya tersebut. "Bi, cewek yang diangkat papa jadi anak itu emang orangnya diem kayak gitu, ya?" "Den Junior ngapain tanya-tanya? Asih curiga. "Jangan iseng ya, Den."
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Ketika Mantan Menjadi Ibu Susu

Ketika Mantan Menjadi Ibu Susu

protesnya terkekeh. “Ya, tidak apa-apa, Tuan. Kan nanti bisa nambah lagi,” ucap Bibi Eden seraya pergi. Kay menatap Livy. Matanya mulai nakal. “Ya! Bibi Eden benar,” bisiknya. “Ihhh lahir ini dulu baru pikir ke sana!” tunjuk Livy pada perutnya yang sudah besar. Kay yang masih menggendong Albern, tertawa lepas.
1056.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Assalamu'alaikum Cinta : Suamiku Adalah Abdi Negara

Assalamu'alaikum Cinta : Suamiku Adalah Abdi Negara

Hanya sunyi yang menggantung panjang. Lelaki berbadan tegap itu mengatup rahang, menelan luka yang tak bisa diteriakkan. "Kenapa? Kenapa sampai segitunya, Kirana?" "Karena aku cinta sama kamu, Bima. Walau aku tahu cinta ini tumbuh dengan cara yang salah," aku Kirana membersamai getir.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

tanya Gandi yang merasa gusar dengan jawaban Naga Kuno tersebut. "KISAH CINTA APA!? AKU TAK PERNAH MENJALIN CINTA DENGAN SIAPA PUN KECUALI WANITA DARI NAGA AIR! JIKA KAU NEKAT MENIKAHI NAGA API, MAKA WANITA NAGA API ITU AKAN MENGALAMI HAL YANG MENAKUTKAN DALAM HIDUPNYA. SEPERTINYA AKU PERNAH MENDENGAR HAL INI DARI BIMA SENA DIMANA ISTRINYA, SEORANG DEWI CAHAYA MENIKAHI MANUSIA YANG DIKUASAI KEKUATAN IBLIS. DAN TERNYATA MANUSIA IBLIS ITU ADALAH DIA SENDIRI. BUKANKAH KELAHIRAN PRIA BERNAMA BARA ITU SUDAH MENYEBABKAN BENCANA BESAR DI KAHYANGAN? IBUNYA MATI KARENA PERUTNYA MELEDAK SE HINGGA MEMBUAT JUTAAN DEWA DI LANGIT KETIGA MATI KARENA LEDAKAN MENGERIKAN TERSEBUT. DAN...BIMA JUGA MATI DIBUNUH
8.962.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan

Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan

"Kok Bibi ngomong begitu?" "Kenapa memangnya? Ada yang salah dengan ucapan Bibi?" tanya Nila, "Nathan itu cinta sama kamu, Na. Bibi rasa dia pria yang tepat untuk kamu. Apa sih yang kurang dari dia? Gak ada, Na. Menurut Bibi dia ganteng lho, terus dia mapan juga, dia juga baik dan perhatian sama kamu. Buktinya dia mau menemani kamu di sini menggantikan Bibi. Dia juga care banget sama kamu. Kemarin, dia khawatir dan panik banget lihat kamu nekat kayak begitu. Dia sama stressnya kayak Bibi, wajahnya sama sekali tidak bisa bohong kalau dia takut kamu kenapa-kenapa. Terus apa yang perlu diragukan?" Aruna diam tak menjawab, ia pun yakin Nathan memang mencintainya. Dia juga merasakan bagaimana tul
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Perceraian yang Terindah

Perceraian yang Terindah

"Kenapa, Bik?" Gerakannya begitu mencurigakan. "Maaf, Tuan. Non Laniara nggak ada pulang sedaritadi. Kenapa memangnya, Tuan?" Malah sekarang Bik Yeyen balik bertanya padaku. "Bibik nggak bohong, 'kan?" tanyaku penuh selidik. "Enggak, Tuan. Buat apa Bibik bohong." "Lantas, kenapa wajah Bibik pucat?" tanyaku penuh selidik. Bik Yeyen tampak semakin ketakutan
1036.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status