Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicerai Karena Gendut

Dicerai Karena Gendut

Dengan kesal aku langsung mematikan gawaiku. "Siapa, Mas? Kok dimatikan?" tanya Nella. "Ah, bukan hal yang penting," jawabku. Karena terlalu asik bersama Nella, aku tak sadar pulang sangat terlambat. Sesampainya di rumah, aku heran karena rumah dalam keadaan gelap. Beberapa saat kemudian, Bibi tetangga datang sambil menggendong Vian. "Loh, kok Vian bisa sama Bibik? Memang Ningsih ke mana?" tanyaku heran.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 661 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan

Mengejar Kembali Istri yang Kucampakkan

“Beberapa hari ini, perempuan itu kok nggak ada datang, ya?” Jingga yang tengah mengiris bawang merah itu mengedikkan bahunya. “Nggak tahu, Bi. Putus kali.” Tanggapannya tak acuh. “Saya jadi seneng kalau nggak ada perempuan itu, Bu. Perempuan kok nggak punya malu.” “Ehem!” Deheman itu membuat Bibi menutup mulutnya rapat. Perempuan paruh baya itu segera menyingkir dari samping Jingga. Menyibukkan dirinya sendiri.
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Mungkin karena mereka jarang berbincang sehingga seolah ada jarak yang membentang di antara mereka. “Bik Sumi, lain kali kalau ada apa-apa jangan sungkan cerita ya …” Kinan menepuk pundak Bik Sumi lalu melengos pergi menuju anak tangga. Namun sebelum sempurna berbelok dia menoleh lagi ke arah Bik Sumi yang terlihat sendu. “Bik, kalau cucu Bibik yang kata Bibik itu anaknya yang pinter dan baik itu kenapa meninggal? Sakit?” telisik Kinan dengan penasaran.
10147.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat

"Kenapa Tante?" "Selain bisa membuat bibirmu luka, juga bisa membuat meeting ini tidak segera selesai." Hah? Apa hubungannya bibirku dengan meeting ini? "Why?" tanya Gea penasaran. "Abizar sepertinya mulai sulit berkonsentrasi karena Kamu terus menggigit bibir bawahmu." What? Iyakah? Baguslah kalau begitu!
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dikhianati Sersan Dinikahi Komandan

Dikhianati Sersan Dinikahi Komandan

“Atau gini aja, Bibi punya saran. Gimana kalau kamu siapin kejutan buat Den Sam.” “Kejutan? Kejutan gimana, BI?” Kemuning berkata kikuk. “Aku nggak tau caranya. Belum pernah ngadain yang begituan.” “Caranya gampang kok. Kamu pasti belum pernah jahilin Den Sam, ‘kan?”
1041.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Petaka Puber Kedua

Petaka Puber Kedua

Fitra terlihat mencebik. "Iih, Papa ini gimana sih? Baru juga sehari kita liburan, kenapa harus buru-buru pulang?" protesnya sambil menghentakkan kakinya. Aku melirik ke arah Dina berharap dia merayu Fitra agar mau pulang, tetapi yang kulihat dia malah menatapku nanar. "Sudahlah, kita pulang sekarang, mungkin Papa ada keperluan mendesak!" sahut Ibrahim membelaku, aku pun tersenyum dan merasa mempunyai alasan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Bibirnya berkedut, menahan dorongan atas adanya ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perut, menggelitik hingga merangsak mendebarkan dada. "Kenapa Dante seperti ini?" Dia protes, seakan tak tersentuh oleh tindakan manis suaminya. "Kau tidak suka?" "Bukan begitu," kata Liv, menyangkal saat jantungnya sendiri tengah sibuk memompa darah begitu kencang. "Dante tidak perlu seperti ini. Bagaimana jika nanti bakteri di tubuh Liv berpindah kepada Dante?" "Bakteri?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Menantu yang Sengaja Dibuang

Menantu yang Sengaja Dibuang

Bibirku agaknya pecah, perih. "Innalillah. Semoga tulang-tulangku tidak ada yang patah. Sakit sekali, Ya Allah." "Ini, Den." Entah bibi berbicara dengan siapa, aku hanya bisa menahan kakiku yang terasa sangat nyeri. Agaknya, itu Ibrahim. "Biar saya bawa ke rumah sakit, Bi." "Bibi ikut ya, Den. Khawatir nanti nenk Mutia butuh sesuatu," usul Bi Munah.
1079.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
BATAVARA (Lahirnya Sang Penyelamat)

BATAVARA (Lahirnya Sang Penyelamat)

tanya Kabiri dengan suara yang berbisik "iya yakin, kenapa?" "kalau benar kenapa dia tidak menggunakan kendaraan, kenapa mereka semua berjalan kaki?" mendengar pertanyaan itu, sambil terus melangkahkan kakinya Argantara pun enggan menjawabnya, dan hanya menatap Kabiri dengan raut wajah yang membosankan, sehingga Kabiri, yang melihat ekspresi Argantara seperti itu, dia pun hanya mengangkat kedua pundaknya seraya berkata, "kenapa? pertanyaan yang wajar bukan?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

tanya Bima sambil menelan ludah. "Ya, masihlah, Den. Anak mereka udah lima tahun sekarang tapi mereka KB kayaknya. Si suami trauma dibotakin lagi!" tandas Bi Yam sambil tertawa-tawa dan mulai menggoreng rengginang. Tanpa menyadari lelaki tinggi besar di sampingnya memucat sambil kembali menelan ludah panik membayangkan hal-hal buruk.
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai bibir kedutan kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status