Peraturan Pertama, Jangan Jatuh Cinta!
Diam-diam, senyum tipis terukir di wajahnya.
“Bun, siapa tadi yang kesini? Sebelum Abang ada orang lagi ya? Kok Bunda izinin sih?" Kafka bermonolog. “Bunda bahagia selalu disana, Abang bisa jaga diri sendiri sekarang." Kafka mendongak, merasakan matahari semakin terik, dia jadi menyesal tidak membawa payung atau apapun yang bisa menutupi kepalanya. “Bun, Abang kangen sama Bunda. Kangen masakan Bunda, kangen manja-manja sama Bunda," Kafka menjeda kalimatnya. Menatap nisan ibunya yang mulai kotor.
Satu bukit air mata lolos di pipinya, sepertinya ini fungsi kacamata hitam yang dia gunakan. Menutup mata bengkaknya, mungkin …
Hot Chapters